Berikut adalah foto-foto yang 'kutemukan' di harddisk, dari kisah dolan ke Jogja dan Gunung Kidul.
My Lovely Star is Dzikrina Anggie Pitaloka (or Angie), my daughter. I will post my writings about Angie in this blog.
Saturday, November 17, 2012
Friday, April 08, 2011
Angie's birthday 2011
Today is the birthday of my Lovely Star -- Angie, my one and only daughter.
Last night I successfully helped her junior high school friends to give her a surprise. They came to my house almost midnight, Angie was in her deep slumber. I opened the house door, let the two girls come in, and enter the bedroom with a very cute brownies cake and 2 candles on it, one candle is number 2, and the other one is number 0.
After I turned on the lamp inside the bedroom, we sang 'happy birthday to you', and Angie absolutely woke up! She directly covered her head with a pillow and tried to shoo her friends away, because she was too shy! SHE DIDN'T WEAR PROPER CLOTHES! She of course also directly covered her body with her blanket properly.
Angie indeed did not pay attention to some 'trivial' things I did in our warm loving bedroom to prepare her friends' coming to surprise her! ha ha ha ... well, such as put things on their decent place, tried to make our bedroom look tidier (a bit!) xixixixixixi ...
And in fact ... Angie herself prepared her surprise for me! Gosh!!! This morning, when I got down of the motorcycle at the foot of Gombel hill -- and Angie continued her journey to campus in Tembalang -- she gave me a small box, with the name of one quite popular bakery in Semarang. I thought she bought some cookies for her college friends, but in fact, she gave the box to me.
"For you Mom!" she said.
I was surprised, but I didn't ask her anything since I was almost late to arrive at school. I was wondering what was inside, and why my most loved one even gave me a surprise on her birthday? After entering my classroom, I slowly opened it, and found a little note with Angie's handwriting.
April 8.
I'd like to say a few things today.
Thanks for being a great Mom and do everything for me
Thanks for all the effort you did for us since I was born
Thanks for feeding me, clothing me, sending me to college, and everything
but ...
I'm sorry I haven't done anything to make you proud
I am sorry I am failing in many classes. I am sorry I've been lazy every time
I am sorry I always speak rough to you or even yell at you
I am sorry I always disappoint you
I am sorry for every bad thing I've done
I will try my best and I need you to remind me when I don't do well
I love you, Mom. Do you know that? I suck at expressing my feelings to you cause you're always showering me with your love and it's hard to reply that great love and I always stay silent instead.
Oh, please, when you meet me after reading this letter, please act as if you never read this letter. Thinking about that makes me shy already.
And also I hate us conversing in English, I do it only for this letter.
Please don't expect me to speak English to you after this.
Thanks for everything, Mom. Angie is now 20! ^^
And ... I was shedding some tears when reading it. I have been always loving you, my sweetheart. and I will always love you.
GL7 08.10 080411
Wednesday, March 16, 2011
Break Up ...
Putus merupakan hal yang sangat jamak terjadi di kalangan mereka yang sedang menjalin hubungan. Yang sudah dipersatukan dalam tali perkawinan saja bisa bercerai apalagi hanya mereka yang baru dalam taraf pacaran. 😀Pertanyaannya kemudian adalah: "sampai taraf manakah 'putus' ini direlakan saja untuk terjadi?"
Seberapa lama atau pendek waktu yang menunjukkan 'usia' hubungan bukanlah hal yang penting untuk dijadikan patokan. Misal, jika hubungan berlangsung baru beberapa minggu atau bulan maka biarkan sajalah untuk putus; sedangkan yang sudah tahunan sebaiknya jangan. Akan lebih 'wise' jika kita menganalisis penyebab hubungan tidak berjalan dengan baik.
Beberapa 'kasus' temanku yang terekam ingatanku.
- Ada seorang mantan rekan kerja yang pacaran sampai sekitar sepuluh tahun -- dari waktu duduk di bangku SMA, sampai lulus kuliah dan bekerja -- akhirnya putus, karena si laki-laki ga juga 'berani' memutuskan untuk melanjutkan hubungan ke jenjang berikutnya, sementara temanku sudah 'kebelet' untuk menikah, mungkin juga mengingat 'umur'. Kebetulan pada waktu itu ada laki-laki lain yang mendekati temanku itu dan berniat untuk segera menikahinya.
- Seorang rekan lain pacaran selama kurang lebih sepuluh tahun pula. Namun berhubung pacarnya tinggal di kota lain dengan temanku ini mengaku tidak bisa hidup tanpa memiliki pacar, di kota tempat tinggalnya pun dia punya pacar lain, silih berganti, dengan catatan sepengetahuan dan seijin pacarnya. Mengaku sempat tergoda dengan 'pacar-pacar mainan' lain itu, toh akhirnya temanku ini menikahi pacar yang dengan sabar 'membolehkannya' main hati. 😃
Beberapa saat lalu Angie sempat cerita tentang teman kuliahnya yang putus setelah pacaran dua tahun. Sebagai teman baik, Angie berusaha 'hanya' menjadi pendengar yang baik, dan tidak 'menghakimi' apakah keputusan untuk putus itu layak atau tidak dilakukan. Namun tatkala teman-teman lain berkomentar, ""Waddduuuuhhh sayang dong kok putus? Memang udah ga bisa diperbaiki lagi? Ibarat kalau kamu mau berangkat ke kampus, kamu tuh sudah sedikit lagi sampai, tapi kenapa harus patah hati hanya gara-gara terantuk batu kerikil kemudian pulang?" Angie sempat hampir saja komen sesuatu. Darimana tuh teman-teman yang 'sok' perhatian tahu bahwa si X ini telah akan sampai tujuan?
Angie hampir saja mengucapkan hal yang ternyata ada di benakku (like mother like daughter beneran ternyata kita berdua, hihihihi ...) ketika kemudian X berucap, "Terus terang dalam perjalanan aku telah jatuh berulang kali, teratnutk batu kerikil kecil, batu besar, terjerembab ke dalam selokan, berdarah-darah. Masak dalam keadaan seperti ini aku harus melanjutkan perjalanan? Bukankah lebih baik aku pulang saja?"
Angie juga bilang 'feeling' dia mengatakan bahwa X's ex boyfriend pasti telah cheated on her. Dan beberapa saat kemudian, memang terbukti laki-laki itu telah berkhianat.
"He deserves to get a second chance?"
Hmmm ... tergantung yang menjalanilah. Toh X telah memutuskan untuk mengusaikan hubungan itu. Dan sebagai teman yang baik, ya "just lend ears" tanpa "judging".
Aduhhh keselnya aku waktu mendengar analogi "sudah mau nyampe kok bla bla bla ..." How pathetic that analogy is. 😖 Sangat amat mendingan putus daripada berdarah-darah dilanjutin hubungan itu, apalagi berlanjut sampai pernikahan. Putus toh tidak berarti dunia berhenti berputar kan? 😁
Anyway, I am proud of my Lovely Star lah ... 😍
PT28 20.15 160311
Subscribe to:
Posts (Atom)




