Saturday, March 28, 2026

Goa Kreo dan Waduk Jatibarang

 Hari Minggu 22 Maret 2026 aku mengajak keluarga ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang. yak! Setelah mengajak Deven ke dua lokasi ini, aku 'baru' kepikiran kalau aku belum mengajak dua keponakanku ke sini.  Sekitar 7 tahun lalu aku pernah mengajak mereka ke Waduk Jatibarang dan menikmati naik jet boat (but I don't remember where I keep the photos back then) namun belum ke area Goa Kreo.

As I predicted dua keponakan senang sekali 'bermain' dengan kera-kera yang berkeliaran di area parkir Goa Kreo. Sesampai sana, aku langsung beli kacang kulit yang memang disediakan oleh warung-warung yang ada di sana untuk diberikan kepada kera-kera tersebut, saat para pengunjung ingin 'bermain'.  Berbeda dengan Deven yang takut untuk mendekati kera-kera itu, dua keponakanku kebalikannya; mereka senang sekali menyodorkan tangan yang telah berisi kacang kulit kepada kera-kera yang berkerumun mengelilingi.

Hal lain yang surprising buatku adalah ternyata dua keponakanku itu juga menikmati 'short trekking' di area goa. dari area parkir menuju goa, kami harus menuruni anak tangga yang cukup panjang, terutama bagi mereka yang tidak biasa olahraga. setelah sampai goa, mereka ingin terus menjelajah, so, aku, Angie dan adikku menemani dua keponakan berjalan-jalan sampai ke area atas goa. sudah ada trek yang dibangun, jadi don't worry be happy. 

(padahal waktu keduanya kuajak jalan-jalan ke Benteng Willem I Ambarawa, malamnya mereka mengeluh capek. lah, padahal di Benteng kan, 'trek'nya cuma datar, tidak naik/turun tangga.) 

dari area Goa Kreo, kami ke Dermaga Kopi yang terletak tepat di samping Waduk Jatibarang, untuk jajan dan tentu foto-foto.

Pulangnya, kami mampir di satu warung bakso dan mie ayam untuk makan malam.

sarapanku dan sarapan Angie, setelah shalat Idul Fitri 21 Maret 2026

 





waktu kami jalan-jalan di Fort Willem I

kami sekeluarga shalat Ied di halaman Lawangsewu

 

Thursday, January 08, 2026

Awann Costa 21 Desember 2025

 


hari Minggu 21 Desember 2025, aku mengajak keluarga ke Awann Costa; ini kali kedua aku mengajak dolan ke 'pinggir pantai' yang konon digadang-gadang sebagai PIK-nya Semarang. Yang pertama, di bulan November 2024, kami mampir ke Awann Costa setelah makan siang bareng di satu resto yang terletak di dalam Pantai Marina. Kali ini, aku mengajak semua -- minus bapaknya 2 keponakan karena dia harus bekerja -- karena ada tempat nongkrong 'baru' di AC yang menjual makanan/minuman dengan harga miring: WARMINDO BERLABUH! hohoho ...

yang aku sukai saat nongkrong di pinggir laut sini ini adalah anginnya yang semilir sejuk, tidak terasa sepanas jika nongkrong di pantai Marina.

but guess what? sepulang dari sini, Rani, keponakanku yang besar, diare dong. kemungkinan karena dia masuk angin. yaaaah ... padahal kapan-kapan aku pengen mengajak mereka dolan ke sini lagi, healing murah meriah dekat dari rumah. well ... well ... let's wait and see. 




 

Fort Willem 1 (again!)

 


keluarga Podungge Semarang memulai tahun baru 2026 dengan sesuatu yang baru: mencoba naik Trans Jateng, dari Semarang menuju Bawen! Dari rumah, kami berenam naik taksi online menuju halte TJ yang terletak tak jauh dari RSUD Kariadi, dari sana kami naik TJ. Kebetulan waktu itu, kami ga perlu menunggu lama sampai bus TJ datang; hanya sekitar 10 menit. Sayangnya waktu bus datang, kondisi di dalam bus lumayan penuh, hanya ada 1 seat kosong, yang langsung aku duduki. di deretan bangku belakang, ada seseorang yang memberikan kursinya ke Riz adik ragilku, yang langsung mendudukinya, sambil memangku Adek. (padahal Adek tingginya sudah hampir seibunya 😀!) kemudian ada seseorang lain lagi yang memberikan tempat duduknya ke Noek, adikku yang satu lagi. Tapi oleh Noek, kursi diberikan ke Rani, keponakanku yang duduk di bangku 9, karena kalau harus berdiri, kami yakin Rani ga akan bisa tahan lama. Angie? Terpaksa dia berdiri. 

benar-benar di luar prakiraanku bahwa bus Trans Jateng ini bakal sebegitu penuh hingga bus sampai terminal Bawen. Angie sama sekali tidak sempat duduk! oh ya, sekarang, harga tiket untuk satu orang Rp. 5.000,00, sudah naik seribu rupiah sejak terakhir kali aku naik TJ, which is sebelum pandemi. haha ... 

dari terminal Bawen, kami naik taksi online lagi menuju Benteng Willem 1.  Bisa kuperkirakan situasi benteng tentu ramai sekali! 1 Januari selalu masuk HIGH SEASON. meskipun begitu, kami ga perlu ngantri lama saat beli tiket maupun saat melewati pintu masuk.

kali ini, tidak ada diskon sebanyak dua ribu rupiah, meski pengunjung ingin membeli tiket terusan. (you may check this link.), "High season, Mama!" kata Angie. 😃

setelah merasa puas berjalan-jalan dan berfoto-foto di dalam benteng, kami kembali menggunakan jasa taksi online untuk menuju terminal Bawen. FYI, rada susah mencari taksi online di sekitar area benteng, but, still, it is not impossible. dari terminal Bawen, kami naik bus TJ lagi. kali ini, guess what, Angie tetap tidak mendapatkan tempat duduk! dia merasa tidak nyaman berebut dengan penumpang lain yang lebih senior, maka dia mengalah: berdiri saja.

kami turun di halte dekat RSUD Kariadi, lanjut naik taksi online sampai rumah.

PT56 11.01 08 January 2025