Showing posts with label family time. Show all posts
Showing posts with label family time. Show all posts

Saturday, November 16, 2024

Family Time 10 November 2024

 'Mumpung' ada special occasion -- ultah salah satu tantenya Angie -- aku mengajak sekeluarga untuk makan siang di ASKARA, satu rumah makan yang terletak di dalam area Pantai Marina. Sudah cukup lama kami tidak keluar bersama dan eating out together.

One important thing to note here:

Sebelum berangkat, aku sudah kirim WA, untuk booking, agar dapat tempat duduk di mana kami bisa sambil memandang laut. Tapi, sampai kami tiba di lokasi, boro-boro WA-ku dibalas, dibaca saja belum. lol. 

Setelah kami sampai, dan dapat meja yang tidak memungkinkan kami langsung memandang pantai, kami memesan menu (aku: Balinese chicken betutu, Angie kwetiau seafood, Noek dan Rani mi goreng kampung, Adek chicken wings, Riz (yang ultah) dan suaminya nasi goreng Nusantara. Menunggu pesanan datang, aku mengajak yang lain foto-foto di pantai.

Tidak lama kemudian, Angie melihat bahwa pesanan minum kami sudah datang. so, kami kembali ke meja. to my surprise, pesananku -- ayam betutu Bali -- sudah datang, sementara yang lain belum. belum langsung kumakan karena kupikir kalau semua makanan sudah datang, kan difoto jadi bagus, meja penuh dengan makanan, tapi, ternyata makanan yang lain ga datang-datang. akhirnya, ya aku makan duluan.

sampai akhirnya ... seorang pekerja nyamperin meja kami, minta maaf karena pesanan kami tidak segera datang, lalu memberi kami voucher sebesar Rp. 50.000,00 yang bisa langsung kami pakai. lumayaaan.




dari Pantai Marina, aku mengajak yang lain mampir ke Awann Costa, well, sekedar agar yang lain tahu bahwa di samping Pantai Marina, ada lokasi baru untuk dolan.



PU 11.21 16/11/2024

Monday, September 09, 2024

Lawangsewu 08 September 2024

 


'Demi' menciptakan nostalgia, aku mengajak kedua keponakan -- tentu saja bersama Angie dan dua tantenya -- untuk dolan ke Lawangsewu, salah satu the most historical building di kota Semarang pada hari Minggu 8 September 2024. Kebetulan salah satu tante Angie berulangtahun di tanggal 7 September 2024. 

Kebetulan rumah kami terletak tidak jauh dari pusat kota, kurang dari 2 kilometer sampai Tugumuda. Kami tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke Lawangsewu. Meskipun begitu, kami berangkat dari rumah sekitar pukul 08.45, cukup pagi karena siangnya tante Angie yang baru ulang tahun sehari sebelumnya, ada acara yang harus dia hadiri jam 12.00. 

Sebelum ini kami sudah pernah ke Lawangsewu, tapi aku lupa itu kapan, dan bahkan foto-fotonya tidak bisa aku trace di medsos. Ini sebab aku merasa perlu untuk mencatatnya di sini. Kebetulan ada satu hal baru di LS, yakni immersive room, yang menunjukkan kisah dibangunnya Lawangsewu in a nutshell, dalam bentuk film. 

kami berada di ruang immersive






Kami meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.35. satu tantenya Angie langsung menuju venue tempat dia akan beraktifitas bersama teman-temannya, sementara yang lain menuju satu warung bakso untuk makan siang. Setelah itu, baru kami pulang. 

And I felt exhausted, didn't know why, lha wong mung dolan mrana tok loh.


PT56 13.44 09/09/2024

Friday, May 10, 2024

Dari Kampung Melayu ke Pelabuhan, Kampung Batik dan Kota Lama

 


Kamis 9 Mei kebetulan adalah libur Kenaikan Isa Almasih. Kami sekeluarga menyempatkan diri keluar berjalan-jalan.

 

Angie kepengen jalan-jalan ke Kampung Melayu; ini adalah triggernya. Aku sempat heran kok mendadak Angie kepengen ke sana. Dia sendiri hanya nyengir ga jelas ketika kutanya. Jawabnya, "Entahlah Ma. Tiba-tiba saja Angie pengen ke sana." Baiklah! Kebetulan memang aku kepengen juga mengenalkannya dengan Masjid Menara yang legendaris.

 

Kami sekeluarga -- minus suaminya Riska yang harus tetap masuk kerja -- meninggalkan rumah sekitar jam 08.15. tumben Riska berani naik motor sendiri kali ini, jadi kami berenam naik 3 motor: aku memboncengkan Rani, Angie memboncengkan Noek, tantenya, dan Riska memboncengkan Adek. Aku yang memimpin peleton, lol, langsung menuju ke Kampung Melayu. Spot pertama untuk berfoto adalah gapura bertuliskan KAMPUNG MELAYU.

 



"Loh, Kampung Melayu hanya seperti ini to Ma?" tanya Angie heran. Lol. Nah kan? Lol. Aku yakin jika kami ikut 'pasukan' Bersukaria Walk dengan guide yang bisa menjelaskan ini itu, tentu Kampung Melayu akan lebih menarik diulik ini itu.

 

Dari gapura, kami menuju Masjid Menara. Kami berfoto-foto dengan latar belakang menara masjid. Aku menyempatkan bercerita ke Angie dan dua keponakan bahwa masjid yang ada sekarang ini tinggal satu lantai, padahal di awal dulunya masjid ini terdiri 2 lantai. Yang lantai pertama sudah 'terkubur': saking seringnya area ini banjir, harus terus menerus dinaikkan permukaannya, sehingga sekarang yang bisa kita lihat hanyalah 'sisa' jendela di lantai satu yang tinggal seperempat jendela. Aku juga menjelaskan bahwa konon menara yang ada sekarang, di awal pembangunannya, pernah dimanfaatkan sebagai mercusuar, sampai mercusuar Willem 3 dibangun di tahun 1884. (honestly, waktu googling tahun berapa mercusuar ini dibangun, 3 sites yang kukunjungi menyebut tahun yang berbeda, lol. Just tryi googling it by yourself, lol.)

 



 

Dari area pelabuhan, kami ke Kampung Batik. Awalnya ini tidak masuk itinerary (eh, pelabuhan juga gak masuk itinerary awal ding, ha ha), mendadak Noek menyebut ini. Oke deh, kita mampir ke sana saja. Riska dan kedua anaknya belum pernah ke Kampung Batik. 

 


 

 


Dari Kampung Batik, karena ga punya ide mau ke mana lagi, lol, kami langsung ke Kota Lama. Aku berjanji menraktir pecel / tahu gimbal / tahu campur di warung Ning Halimah, tempat seorang kawan bekerja di sana. Ternyata sampai sana, warung belum buka. Ya sudah. Kami jalan-jalan dulu di sekitar situ.

 

Kapan-kapan kami jalan-jalan lagi, dalam rangka mengenal kota sendiri.

 

PT56 12.09 10/05/2024

 

Monday, February 26, 2024

Syukuran Kemenangan PraGib 2024

 

Sebagai keluarga pendukung paslon 02 dalam pilpres 2024, tentu kami merasa sangat excited setelah tahu pasangan calon Prabowo - Gibran memenangi pilpres dalam satu putaran. Untuk itu, kami keluar makan siang bersama-sama -- yang jarang kami lakukan, lol -- untuk merayakannya di hari Minggu 25 February 2024.

Semula kami menuju arah Jl. Kumudasmoro, Angie merekomendasikan satu resto yang pernah dia kunjungi bersama Fitri. kata google map, resto itu buka jam 12.00, maka kami berangkat menuju resto itu pada pukul 12.30. namun ternyata sesampai kami di sana, pintu pagar masih tertutup. waktu kami bertanya pada seorang petugas parkir, katanya sebentar lagi buka, biasanya jam 13.00. kami disarankan untuk beli minum dulu di warung bakso yang terletak di sampingnya. tak lama kemudian seorang pegawai resto datang. Namun kami memutuskan untuk pindah ke lokasi yang lain. 

Coba bayangkan, di google map tertulis buka jam 12.00. Menjelang pukul 13.00 baru datang seorang pegawainya. lha masak tempatnya ga dibersihkan terlebih dahulu? belum menyiapkan bahan-bahan masak, dll. bisa-bisa makanan baru disajikan jam 15.00.

Kebetulan beberapa hari sebelum itu, ada seorang kawan facebook yang mengunggah vlog dimana dia saat blusukan, mampir makan di satu kafe yang terletak di Jl. Arjuna, di belakang kampus Udinus. So, aku pun mengajak keluargaku ke sana.

Memang betul lokasinya cukup 'mblusuk' a.k.a tersembunyi, lol, di depan ada kos-kosan, di bagian belakang baru kami temukan resto dan tempat parkir yang lumayan luas lah hitungannya. 

Below are our pcitures:


nasi ayam goreng srundeng, pesanan Noek

chicken cordon bleu, pesanan Angie dan Adek

grilled chicken, pesananku

nasi ayam goreng + sayur asem pesanan Riz

mendoan

chicken wings, pesanan Rani

















Di bawah ini adalah foto-foto kami waktu jajan es di satu gerai es krim/minuman, tepat pada hari 'coblosan' 14 February 2024. sayangnya Rani tidak ikut, ada temannya dolan ke rumah.