Showing posts with label Angie and I. Show all posts
Showing posts with label Angie and I. Show all posts

Monday, July 21, 2025

Sunday Date 20 July 2025

 

FYI, in some cases, I cannot easily move on. Misal, waktu awal tahun ini aku tahu bakal ada film Superman baru yang akan tayang di bioskop, aku sempat excited. Tapi, lalu aku ragu apakah aku akan bisa menikmatinya sebagai tontonan? Aku belum bisa move on dari Superman-nya Christopher Reeve (so I thought) maupun Lois and Clark dengan bintang Dean Cain dan Teri Hatcher. 

So, ketika Superman besutan James Gunn mulai tayang di bioskop Kota Semarang, aku adem ayem saja. Hingga tiba-tiba Angie bertanya, "Ma, don't you wanna watch SUPERMAN?" whaikiiii 😆😆😆

"I am not sure honey. I am in between. I wanna watch it but I am afraid I will not enjoy it if the movie is too 'modern'." Kataku. (maksudku, special effect yang modern akan membuat filmnya nampak tidak real, terlalu utopia! No matter what, imajinasi masa kecilku masih ada: kemungkinan ada Superman di antara kita yang datang dari planet lain itu masih masuk akal." 😆😆😆) 

"Hello Mamaaa. This is 2025! Of course it is MODERN!" Respons Angie ðŸĪŠðŸĪŠðŸĪŠ

Well, akhirnya, setelah mempertimbangkan berhari-hari (uhuk!) hari Sabtu 19 Juli aku bilang ke Angie: "Let's watch Superman tomorrow if it is still playing in Semarang." This time, she chose to watch in the cinema located at Queen City Mall. 

Well, I don't expect anything but I just wanna enjoy watching it as entertainment. That's all. And, yes, I had a good time. (Shhhttt, aku terakhir nonton film di bioskop itu tahun 2018! Nknton Bohemian Rhapsody. Hohoho)

After watching the movie, we had late lunch together, then Angie took me to one store located near Simpanglima to buy a new pair of goggles. 

When will I be willing to spend some money again 'only' to watch a movie? lol. Let's wait and see 😄










MS48 18.49 21 July 2025

Monday, May 27, 2024

Aerostreet is in town!

Hari Minggu 26 Mei 2024, aku dan Angie dolan ke Queen City Mall, demi nyambangi 'jualannya' satu brand lokal yang mottonya "lokal tak gentar" ini. aku super jarang ngajak Angie ngemall, sekalinya aku ngajak, Angie excited banget. Yeah, sekali-sekali di hari Minggu ngadhem di mall bareng Emak. hoho ...

 

honestly, meski sejak beberapa tahun yang lalu. Ranz cerita tentang brand satu ini, aku ga begitu merhatiin. Bahkan saat aerostreet pertama kali launching sepatu edisi batik dengan tulisan nama Gibran, aku tetap ga memberi perhatian khusus. padahal Ranz membelikanku sepasang! hoho

sampai saat debat cawapres pertama dimana Gibran mengenakan sepatu brand ini, lalu orang-orang di medsos heboh tentang sepatu lokal dengan harga yang sangat terjangkau dengan kualitas yang lumayan. aku baru ngeh! aku baru bertanya-tanya ke Ranz tentang sepatu ini, lol. 

 

di atas ini beberapa edisi spesial yang dijual melalui 'war', di event ini hanya untuk pajangan

 

semakin ngeh lagi saat seorang rekan kerja bercerita tentang dia menang 'war' pembelian sepatu edisi looney tunes. cakep sekali gambarnya! uhuy! dan, waktu pengen beli, rekan kerja ini bercerita kisahnya saat 'ngewar'. owalaaaahhh ... begitu ya ceritanya. hihihi ...

lalu, aku dan Angie beli apa di event khusus aerostreet ini? rahasyaaa ... pokoknya kami beli 3 item.

pulangnya aku mengajak Angie makan sore -- makan malam yang terlalu gasik lol -- di satu kafe yang terletak di Taman Kasmaran, tempat aku biasa menjemput Ranz datang dari Solo.

our dinner

MS48 16.29 27/05/2024

Friday, May 17, 2024

My "morning ritual" with Angie (2)

 


Waktu 'menemukan' post ini di daftar unggahan yang dilihat pengunjung blog, aku penasaran, "morning ritual apaan sih ini?" haha ... aku yang menulis dari pengalamanku dengan Angie, tapi aku lupa. jiaaan, faktor U beneran ini. 😁😂😀 

Pagi ini, Jumat 17 Mei 2024, aku mengantar Angie ke stasiun Tawang. Dia mau dolan ke Jakarta, naik KA Menoreh. Dia tidak sendirian, namun bersama seorang rekan kerjanya yang bernama Diana. 

Sebelum kami 'berpisah' (Angie mau masuk peron), seperti biasa Angie salim dan mencium tanganku. Ini kulanjutkan dengan 'ritual' aku mencium kedua pipinya, plus hidungnya. Lalu, Angie membalas dengan mencium kedua pipiku. Waktu melihat 'ritual' ini, aku sempat melihat ekspresi wajah Diana yang bengong, "wow!" mungkin dia berpikir begitu. 😆😆😆 kemudian, aku mendengar komentarnya ke Angie, "sebegitunya sih mbak?" 😄😃😂

Hahahahahahaha ... ga tahu dia, ini adalah ritual pagi kami berdua, saat Angie akan berangkat bekerja. Kalau dulu, ya sebelum Angie masuk sekolah, setelah kuantar sampai di depan gerbang sekolah.

MS48 08.52 17/05/2025

 


Saturday, January 06, 2024

My Lovely Star and Me

 

Mahavihara Majapahit, Trowulan, 31 December 2023

People around me said that both Angie and I more look like sisters rather than mother-daughter. Well, they just don't know that I used to act "I am your mother so I know things better than you do". When Angie was little / teenager, for sure she didn't mind it, lol. Perhaps she even thought so too, I am her mother, 24 years older than her, so … you know.

 

Nevertheless, not all, lol. Some things which are related to the so-called modern technology are not too familiar to me, a woman who belongs to Gen X. I need to learn these things from her. But when referring to viewing life, I am of opinion that I know better.

 

Not so long ago, though, perhaps around 2 years ago, Angie started to speak up her mind to me. Well, don't ask me in what way, I don't remember the details. We started arguing things. And I started to realize that there are unsaid things between us that never came to the surface. I know I am not a perfect mother, I am oftentimes selfish in some ways as Angie is sometimes selfish while acting as a daughter; although of course this is not comparable.

 

Therefore, I started thinking that we need to spend exclusive 'us time'. In 2023 we went traveling only both of us and I made use of the time to heart-to-heart talk with her more often than before. We went to Gedong Songo -- stayed a night in one tourist destination called Sunrise Hill, in January 2023. We stayed one night in Pijar Park, Kudus, in July 2023. We both joined one event called Sekolah Basis in Omah Petroek Jogja in August 2023.

 

When Fitri persuaded me to go to Bromo mountain in August 2023, I persuaded Angie to let me invite Ranz to join us. Well, four of us -- Fitri, Angie, Rand, and me -- had some experiences to go together before. But, this traveling to Bromo became our first experience to go by train and Ranz's nephew, Deven, joined us too. Angie seemed okay. I still sometimes saw her uncomfortable facial expression during the traveling, but perhaps it was caused by the somewhat exhausting trip.

 

This trip to Bromo -- it seemed to me -- made Angie think that it was okay to go traveling with Ranz's family. Therefore when I told her about my plan to take her to Pacitan together with Ranz's family, she agreed. The same thing happened when I invited her to join the trip to Gunung Kidul and Mojokerto.

 

Honestly, I can see clearly that Angie was jealous of Ranz. Since Ranz came into my life, I have had interesting (biking) trips. Angie could not join us because she cannot bike 'that' far.

 

Hopefully we will have more traveling together (both only Angie and me, and together with Ranz),  in this year 2024 and next years. Amen.

 

PT56 11.32 04.02.2024

 

P. S.:

 

Perhaps you will find this post of mine interesting to read 


Wednesday, August 30, 2023

Dolan ke Jatim, Day 3

DOLAN KE GILI KETAPANG DAN BJBR



Sabtu 19 Agustus 2023

 

Sejak awal, aku tidak ada pikiran untuk berkunjung ke Gili Ketapang, meski tentu saja aku kepengen. Dolan ke BJBR saja sudah cukup. Apalagi ketika Angie mengeluh lelah sehari sebelumnya. Tapi, pagi ini, Ranz mencoba merayuku untuk mau ke Gili Ketapang. Paginya kami ke Gili Ketapang dulu, siangnya baru ke BJBR. Kan BJBR buka sampai jam 8 malam.

 

Aku pun mencoba merayu Angie untuk mau ke Gili Ketapang terlebih dahulu. Atau jika dia tidak mau ikut, mungkin pagi itu biar dia leyeh-leyeh dulu di hotel, aku, Ranz dan Deven ke Gili Ketapang. Pulangnya, kami jemput dia di hotel, kemudian bareng-bareng ke BJBR. Namun setelah aku tunjukkan foto-foto Gili Ketapang dari google ke Angie, Angie mau ikut! Yuhuuuu. Setelah sarapan, kami pun buru-buru mandi dan siap-siap.

 

di perahu

 

Kebetulan, hotel yang kami inapi lokasinya tidak jauh dari dermaga pelabuhan Tanjung Tembaga. Dengan taksi online kami berempat menuju ke sana. Saat akan masuk pelabuhan, taksi kena retribusi empat ribu rupiah, sedangkan kami berempat kena 'charge' duapuluh ribu rupiah. (seorang bayar lima ribu rupiah). Sesampai sana, ada sebuah perahu yang sudah berisi lumayan banyak penumpang yang akan menyeberang ke Gili Ketapang. Apakah setelah kami berempat naik perahu, perahu segera berangkat? No way! Wkwkwkwk … kami masih harus menunggu sampai perahu benar-benar penuh! Orang-orang di sekitar kami berbicara dengan bahasa Madura yang membuat kami merasa 'alienated', lol. Masing-masing kami membayar Rp. 10.000,00.

 

Kami naik perahu sekitar pukul 09.00, dan perahu akhirnya berangkat pukul 09.44. air laut yang berwarna biru cukup menghibur hati yang tadi sempat merasa tidak sabar mengapa perahu tidak segera diberangkatkan, lol. Perahu yang kami naiki sampai di Gili Ketapang pukul 10.10. butuh kurang lebih 35 menit dari pelabuhan Tanjung Tembaga menuju Gili Ketapang. 

 

naik bentor menuju pantai Pasir Putih, Gili Ketapang

 

Sesampai dermaga Gili Ketapang, Ranz langsung mengajak naik bentor. Kami berempat membayar Rp. 35.000,00. oleh si bapak bentor, kami langsung diantar ke pantai 'pasir putih'.

 

Karena ga kepikiran akan nyemplung laut, aku tidak membawa celana pendek maupun sendal jepit. Ternyata o ternyata, setelah melihat air laut yang begitu jernih, dan pasir putih yang lembut, aku tak kuasa menahan diri untuk tidak nyemplung! Akhirnya? Ranz membelikanku sendal jepit (lagi!) hahahaha … kemudian aku membeli celana pendek. Aku juga menawari Angie beli celana pendek agar dia bisa ikutan nyemplung ke laut.

 




Kata bapak bentor, tempat untuk bermain dan berfoto-foto, tidak hanya di spot dimana kami dia turunkan dari bentor. Ada spot lain lagi. Tapi ternyata waktu berjalan dengan begitu cepat! Tahu-tahu sudah jam 12.30 dan perut sudah mulai melilit kelaparan. Ranz menawariku apakah kami akan maksi di situ atau setelah menyeberang balik ke Probolinggo. Aku memilih makan di situ saja, dari pada terlambat makan siang, Angie bisa ngambeg. Hahaha … Angie dan Ranz itu sama-sama punya masalah asam lambung, tapi Angie bakal langsung ga tahan jika perutnya perih pedih melilit, Ranz masih agak mending. Aku pesan ikan bakar dua porsi untukku dan Angie. Deven pesan indomie goreng dan telur. Ranz ikutan nyemilin ikan bakar yang kumakan. :)

 

detik-detik Angie mengejar sendal jepitnya yang 'kabur' dibawa ombak 😜

 





 

 

Saat kami makan, ada dua orang lelaki yang ikutan berteduh di gazebo tempat kami duduk-duduk dan makan siang. Ternyata salah satu dari mereka menawari kami untuk menyewa perahu jika kami ingin kembali ke pelabuhan Tanjung Tembaga. Wah … ini asyik, kami ga perlu menunggu lama sampai perahu penuh! Dengan biaya Rp. 150.000,00 kami berempat bisa langsung kembali ke Probolinggo dari spot pantai Pasir Putih itu! 

 



dalam perahu yang kita sewa, sebelum perahu berangkat, tiba-tiba ada 2 orang berlari-lari menuju perahu untuk ikut balik ke dermaga Tanjung Tembaga
 

Sekitar pukul 15.00 kami berempat sudah sampai di BJBR! Tiket BJBR. Tiket masuk Rp. 50.000,00 per orang. Saat taksi memasuki area BJBR menuju tempat parkir, kami melewati pantai buatan yang sudah tidak menyerupai pantai buatan lagi. Hiksss … di sampingnya sekarang dibuat kolam renang. Hari itu hari Sabtu dan kolam renang nampak sepi. Tempat parkir pun sepi, tidak banyak mobil yang terparkir di sana.

 

I can conclude that BJBR underwent sort of damage during pandemic. Pablebuat?

 

Sebelum mulai berjalan ke area mangrove, aku dan Angie ke toilet terlebih dahulu. We needed to change our clothes. Dan Angie yang butuh ganti pembalut tapi dia lupa membawa memintaku untuk membeli di toko dekat kolam renang. Dan … ternyata tidak ada toko yang buka di daerah kolam renang itu. Untungnya Ranz bawa pembalut. Angie was saved!

 


 

Kami pun berjalan masuk ke area mangrove. Jika di tahun 2017 lalu dengan mudah kita akan berpapasan dengan pengunjung lain, maupun pegawai BJBR yang bertebaran di mana-mana untuk ngecek sampah (yang barangkali dibuang sembarangan oleh pengunjung) atau memberitahu arah kemana kita harus berjalan, kami sama sekali tidak bertemu siapa-siapa.

 

(FYI, beberapa minggu sebelum kami berangkat, aku sempat ngecek penginapan di dalam BJBR. Ada beberapa tipe. Yang aku ingini adalah bungalow yang terletak di pinggir laut dengan pemandangan laut lepas. Harganya Rp. 1.350.000,0 untuk dua orang. Kalau maksain sih ya mampu ya, tapi waktu itu aku dan Ranz memutuskan untuk tidak usah menginap di dalam BJBR. Kami menginap di 'kota' saja.) ada bungalow dengan pemandangan hutan bakau, harganya Rp. 950.000,00 untuk dua orang. Membayangkan menghadap hutan bakau di malam hari kok rada-rada spooky ya? Hohoho …)

 

Melihat kondisi ini, aku dan Ranz bersyukur bahwa kami tidak jadi 'memaksa diri' untuk menginap di dalam BJBR. Saking sepinya, jadi beneran spooky pasti, lol. Mana ketika kami tiba di 'jembatan terpanjang untuk naik sepeda di atas laut' kami mendapati bahwa air laut sedang 'turun', pemandangannya jadi benar-benar biasa saja.

 

Karena ga mau kelelahan, saat sampai di resto BJBR, aku langsung mengajak masuk, pesan minum dan cemilan. Kami bisa duduk-duduk di situ sementara menunggu saat membidik sunset. Kebetulan saat itu ada sekelompok orang sedang mengadakan acara di situ, jadi situasi resto cukup rame. Selain kami berempat, ada beberapa rombongan lain yang sedang santai-santai di sana.

 







 

Sekitar jam 5 sore, aku mengajak yang lain meninggalkan resto, menuju spot untuk memotret sunset. Kebetulan saat itu, rombongan orang yang sedang ada acara di situ pun ramai-ramai berjalan ke arah yang sama. Meskipun begitu, situasi tetap belum seramai dulu, Desember 2017.

 

Kami pulang ke hotel sekitar pukul 18.30. Sesampai hotel, Deven dan Angie istirahat di kamar masing-masing, aku dan Ranz ke luar, ke rumah makan tempat kami membeli makan semalam sebelumnya untuk beli makan malam. Angie minta dibeliin sesuatu asal bukan nasi. So? Aku belikan ayam goreng tanpa nasi. Aku dan Ranz masih sama: memesan manuk gemmeck bakar, dan Deven nasi goreng ayam mentega.

 

Minggu 20 Agustus 2023

 

Pagi itu kami tidak punya acara apa-apa. Sarapan datang pukul 06.30, dan kami tetap makan di depan kamar yang kutempati. Setelah itu, kami mandi dan packing.

 

Pukul 10.10 kami meninggalkan penginapan menuju stasiun Probolinggo. Sesampai sana, Angie dan Deven sama-sama merasa kelaparan, lol. Jadi kami mampir di warung bakso yang ada di dalam kawasan stasiun. Baksonya lumayan enak, kuahnya juga. 

 

 

Jam 11.11 kami sudah masuk ke dalam stasiun. Meski di tiket tercatat KA Sritanjung berangkat pukul 11.29, jam 11.11 kereta sudah datang. Jadi kami langsung masuk ke dalam gerbong.

 

Seperti waktu berangkat, KA berhenti agak lama di stasiun Surabaya Kota untuk ganti lokomotif. Kemudian kereta juga berhenti agak lama di stasiun Kertosono karena kehabisan air.

 

KA Sritanjung yang kami tumpangi sampai di stasiun Purwosari pukul 19.20. Mas Martin dan mba Niken, kakaknya Ranz menjemput, dan mengantarku dan Angie ke pool travel Citi*****. Travel yang kami tumpangi meninggalkan pool jam 20.00. alhamdulillah perjalanan lancar. Aku dan Angie sudah sampai rumah dengan selamat sebelum pukul 22.00.

 

Capek? Iya! Excited? Jelasss. Kapan-kapan mau diulangi lagi? Mauuuu, lol.

 

PT56 14.18 24.08.2023

Sunday, May 07, 2023

Lebaran Holiday 2023

 


ini di halaman belakang Sameja

Libur lebaran tahun ini terasa rada mubazir! (aku ga bisa pergi bikepacking dengan Ranz soalnya, hihi.) Jika dilihat di kalender, pemerintah jauh-jauh hari telah menentukan 1 Syawal 1444 H jatuh pada hari Sabtu 23 April 2023. cuti bersama dimulai pada hari Kamis 20 April dan masuk lagi pada hari Rabu 26 April. Namun, di awal bulan Ramadan 1444 H, Muhammadiyah sudah mengumumkan 1 Syawal 1444 H akan jatuh pada hari Jumat 21 April 2023. oleh karena itu, libur cuti lebaran diajukan pada hari Rabu 19 April, masuk tetap di tanggal yang sama, 26 April 2023.

 

So? Libur cuti lebaran yang mulai jatuh pada hari Rabu 19 April, padahal lebaran jatuh pada hari Sabtu 22 April itu rasanya mubazir banget, buat orang yang tidak perlu mudik kemana-mana sepertiku, lol. Sementara setelah lebaran, cuti lebaran hanya tinggal 2 hari. Jelas ga bisa kemana-mana lah ini.

 

Aku dan Ranz tidak pergi kemana-mana selama libur lebaran. Sebagai ganti, di hari Sabtu 22 April (lebaran hari pertama) sore hari aku mengajak Angie windowshopping ke DP Mall. Well, di luar libur lebaran, mall is not my cup of tea to spend spare time, but, ini libur lebaran. So? Let's do things we don't usually do on other days, lol. Mendadak aku ingat sekian (puluh) tahun yang lalu aku pernah nraktir Angie es krim AW yang lumayan enak rasanya. Dan … ternyata, Angie sempat beli baju baru. (Dia baru menerima THR di tanggal 19 April, kantornya masih masuk hari itu.) dan … di gerai yang sama, aku naksir satu bucket hat yang harganya 3 kali lipat dari harga bucket hat yang biasa aku beli. Hiksss … mau beli kok eman-eman duitnya yak. Hoho …

 

Oh ya, jika duluuuuu, 'mall' yang buka di tanggal 1 Syawal hanya Sri Ratu Department Store, ternyata kali ini DP Mall juga buka, dan banyak toko di dalam mall yang tetap buka. Dan … tentu saja rame pengunjung! Sudah nyaris tidak ada sisa-sisa penampakan pandemi covid 19, kecuali di antara pengunjung masih ada yang mengenakan masker, termasuk aku dan Angie.

 

Hari Minggu 23 April 2023 aku mengajak Angie 'ngungsi' somewhere karena cuaca Semarang yang panasnya super duper menyengat. Angie memilih gerai Dunk** donu** untuk nongkrong. Ternyata dulu saat masih duduk di bangku SMA, dia kadang nongkrong di sini bersama kawan-kawan sekolahnya. Ternyata memang nyaman loh. Cukup beli satu paket -- satu biji donat dan satu jenis minuman -- seharga di bawah tigapuluh ribu rupiah, kita bisa duduk di kursi nan empuk, dan menikmati suhu ruangan yang dingin berjam-jam. Aku sengaja membawa buku RASINA, novel karya Iksaka Banu yang terbaru yang aku punya. Well, banyak orang datang untuk membeli donat, kebanyakan mereka membeli donat dan langsung pergi. Meski tentu aku dan Angie bukan dua-duanya pembeli yang nongkrong. Masih ada beberapa kelompok orang lain lagi yang melakukan hal yang sama dengan kami berdua.

 

Hari Senin 24 April 2023

 

Seharian kami berdua di rumah saja. Hanya berkunjung ke rumah tetangga depan rumah. Sejak aku, kakak adik dan kedua orangtua pindah ke rumah yang kami tinggali, tetangga depan rumah itu yang paling sering membantu kami jika ada acara. Dulu sebelum Mom wafat, mereka yang datang ke rumah untuk silaturrahmi saat lebaran. Setelah Mom wafat di tahun 2018, gantian aku dan adik-adik yang datang ke sana.

 




 

Di sore hari, aku mengajak Angie jalan-jalan ke Koetatoea, satu toko oleh-oleh yang juga menyediakan banyak spot instagrammable plus tenant yang jualan makanan dan minuman. Letaknya lumayan jauh dari tempat tinggal kami, sekitar 10 kilometer.

 

(Ingat: Koetatoea ini jelas beda dengan Kota Lama ya. Kota Lama adalah satu daerah yang pertama kali dijadikan kota tempat tinggal para petinggi Belanda sekian ratus tahun yang lalu. Koetatoea adalah toko oleh-oleh yang terletak di Semarang Timur, tak jauh dari pertigaan jalan keluar Jl. Sukarno - Hatta.)

 

Hari Selasa 25 April 2023 


Hari ini Angie mengajakku ke satu tempat makan yang terletak di Tuntang. aku bilang, "Mama pengen dolan ke satu lokasi yang hawanya cukup sejuk dan kita bisa makan dengan memandang pemandangan nan hehijauan. Angie 'menemukan' satu kafe bernama SAMEJA. Tempat ini menawarkan dua jenis masakan: Indonesia dan Korea. Itulah sebabnya aku bilang ke Angie, "tempat makan ini cocok buat sepasang orangtua dan anak yang seleranya berbeda: Indonesia versus Korea." lol. 


ini di halaman belakang Senyawaa




saat foto-foto di lokasi itu, aku melihat sebelah Sameja juga ada kafe lain. karena tertarik, aku dan Angie kemudian mencari info di google map. Ternyata di sebelah Sameja ada dua kafe lain, yang sebelah persis Bento, yang satunya lagi Senyawaa. Maka, karena aku tertarik, dan mumpung masih di daerah situ, kami berdua mampir ke Senyawaa. 


pulangnya? traffic padat merayap mulai dari Saloka sampai hampir masuk kabupaten Ungaran! memang sudah masa arus balik sih itu.


next time, kami berdua dolan-dolan lagiiii.


PT56 07.05.2023

 



kwetiau, my choice at Sameja

Ramen, Angie's choice


Friday, April 07, 2023

Sunrise Hill - Gedong Songo

 

at Tungkubumi

On 7-8 January 2023, Angie and I spent our weekend in one area not far from our hometown: Gedong Songo. This time, we stayed a night in one place called SUNRISE HILL. This place does not only provide rooms to stay, it also provides some instagrammable spots. Therefore, people come here not only when they need a place to stay a night, people also come here to enjoy the beautiful scenery while eating out.

 

Saturday 7 January 2023

 

Angie and I departed around 08.00 from home, by motorcycle. As usual, Angie rode the motorcycle, I was as a passenger sitting behind her. The first place we dropped by was Tungkubumi, a kinda restaurant providing local cuisine. The restaurant has beautiful scenery around it, so many people go there to have their pictures taken while eating. :) I saw some groups of people going there.

 




 

 From Tungkubumi, Angie and I directly were on our way to Sunrise Hill. In here, there are 3 kinds of places to stay a night.

 

  1. Joglo room (kamar joglo)
  2. Glamping (glamorous camping)
  3. Standard hotel

 



 

We chose to stay in one glamping. It cost Rp.575.000,00. We booked 2 weeks before we went there. There is a restaurant in this place, so tourists do not need to go out only to get something to eat. On this day, we had our lunch at Tungkubumi, we had dinner at Sunrise Hill.

 

Sunday 8 January 2023

 

We got free breakfast this morning : fried rice.

 

After we took a 'tour' around the area to take pictures, we packed our things and left.

 

fried rice: our breakfast

On the way, we dropped by at Celosia, not far from Sunrise Hill. Then, from Celosia, we dropped by again at Kebon Kencana, a garden as well as cafÃĐ where people can also have lunch/dinner.

 

We arrived back home before 5 pm, enough time for Angie to take a rest, before going to work again the following morning. :)

 

PT56 11.06 07.04.2023