Saturday, July 18, 2026

Hello Jogjaaa!

 


Biasanya, annually kami sekeluarga dolan ke luar kota bareng ke Cirebon. Tahun ini berbeda: aku mengajak seluruh keluarga -- Angie, kedua tantenya, kedua sepupunya, dan ayah kedua sepupunya -- ke Jogja. Terakhir kami sekeluarga dolan ke Jogja itu bulan Desember 2020. The reason is this: aku sudah kehabisan ide untuk berkunjung ke mana lagi saat kami menyambangi Cirebon, setelah berziarah ke makam satu-satunya Pakde Angie dan dua sepupunya.

 

Aku memilih berangkat tanggal 27 Juni setelah 'kehebohan' mencari SMA untuk Rani, keponakanku. Menginap semalam di satu resort yang telah pernah aku inapi sebelumnya.

 

Sabtu 27 Juni 2026

 

We left our house around 07.50. alhamdulillah perjalanan lancar, kami sampai di tempat parkir Benteng Vredeburg menjelang pukul 12.30. (kami tidak lewat jalan tol). Baru kali ini aku tahu ada tempat parkir di benteng Vredeburg! Blessing in disguise karena memang destinasi pertama yang aku tuju: untuk mengajak kedua keponakan mengenal sedikit sejarah ketika ibukota Indonesia dipindah ke Jogja. Terakhir kali aku dan Angie ke sini -- if I am not mistaken -- itu sekitar 12 tahun yang lalu.

 

A new thing di sini (bagiku) adalah harga tiket masuk dibedakan dengan tiket masuk pagi/siang dan tiket masuk sore/malam. Dan loket penjualan tiket (siang/malam) ada di dekat tempat parkir benteng yang terletak di Jl. Panembahan Senopati. Hanya yang sudah membeli tiket bisa 'berkeliaran' di area benteng. Terakhir aku ke sini bersama Deven dan Ranz beberapa tahun lalu, kami masih bisa masuk area 'dalam' tanpa beli tiket. Loket penjualan tiket terletak di 'pintu gerbang' yang terletak di dinding benteng, jadi orang-orang luar masih bebas berkeliaran di 'halaman' luar benteng.

 

Another new thing: sekarang ada kantin di mana pengunjung bisa membeli minuman, makanan, dan souvenir.

 

Satu hal yang 'menyenangkan' bagi kami sekeluarga adalah: bagi pengunjung yang sudah berusia minimal 60 tahun bisa masuk benteng gratis! Suami adik ragilku usianya sudah di atas 60 tahun. Sedangkan untuk orang dewasa -- di bawah 60 tahun -- tiketnya seharga Rp. 20.000,00, untuk pelajar Rp. 15.000,00.





 

Kami sekeluarga berkeliling museum, dari satu ruang diorama ke ruang diorama lain sekitar 1 jam. Waktu itu sebenarnya sedang ada 'workshop dolanan' tapi kami memilih tidak ikutan karena waktu kami terbatas. Setelah cukup puas kami mengelilingi benteng Vredeburg, kami menyeberang menuju Teras Malioboro untuk makan siang dan belanja oleh-oleh.

 

Dari Malioboro, kami menuju café Tuku yang terletak di belakang SMA N 3 Jogja: mumpung di Jogja Angie ingin mencicipi kopinya. Meski kami hanya beli 1 gelas kopi -- yang ingin hanya Angie, aku tidak ingin -- kami berenam turun semua untuk melihat-lihat gedung yang disewa oleh café Tuku.

 

Rencana mau mengajak semua mampir ke Gramedia tidak jadi karena sudah terlalu sore. Dari café Tuku, aku hanya mengajak mampir ke supermarket langgananku berbelanja dulu saat ngekos di kawasan Jl. C. Simanjuntak. Angie pun masih ingat saat kuajak jajan roti atau belanja di Mirota kampus. (eh, namanya sudah ganti ya?)

 

Dari Mirota Kampus, kami langsung menuju Utara; menuju Jl. Griya Taman Asri Pandowoharjo tempat Java Village resort terletak. Kami sampai hotel selepas maghrib.

 

Malam itu kami tidak keluar untuk membeli makan malam: kami membawa bekal dari rumah; bekal yang biasanya kami makan untuk makan siang jika kami dolan ke Cirebon, kali ini kami makan di sore hari.

 

Minggu 28 Juni 2026

 

Acara pagi ini: berenang! Saat kami menginap di kawasan Tlogoputri di akhir tahun 2020, kami jalan-jalan di sekitar penginapan, kali ini kami 'main' di kolam renang karena ada kolam renang di Java Village. Karena dua keponakan belum bisa berenang, salah satu 'acara' di kolam renang tentu adalah mengajari mereka berdua 'meluncur'. Biasanya aku uring-uringan jika tidak sempat berenang 'secara serius' saat berada di kolam renang, lol, kali ini aku ikut menikmati main-main air saja. Aku hanya sempat berenang tidak lebih dari 20 'laps'. Saat kami berenam nyemplung -- adik ragilku hanya menonton di pinggir kolam -- waktu itu hanya ada 2 orang lain di dalam kolam. Sekitar pukul tujuh pagi, suasana kolam renang sudah semakin ramai: semakin banyak orang yang menginap di hotel yang juga ingin berenang. Maka, kami pun meninggalkan kolam renang sekitar pukul tujuh.

 

Sekitar pukul delapan pagi, kami sarapan bersama di 'dining area' yang terletak di bagian 'dalam'. Ada nasi goreng, nasi putih, kwetiau goreng, capcay, ayam goreng, kerupuk, juga ada bubur krecek, roti tawar dan beberapa macam selai. Untuk minuman ada teh, kopi dan 'infused water'.

 

Kami check out sekitar pukul sepuluh, setelah meninggalkan hotel, kami menuju Bhumi Merapi. Aku sudah pernah ke sini dua kali bersama Ranz, tapi Angie dan yang lain belum pernah ke sini. Tiket masuk per orang Rp. 35.000,00.






 

What can people see in Bhumi Merapi? Well, ada beberapa jenis binatang di sini, selain juga bisa naik kuda dan foto-foto di 'langlang buana' 

 

Sekitar jam 13.00 kami memesan makan siang di salah satu 'kantin' yang ada di dalam Bhumi Merapi. Rencanaku untuk mengajak keluarga mampir ke Obelix village tidak jadi; kami baru selesai makan siang sekitar pukul 2 siang. Suami adikku yang menjadi sopir kesulitan melihat dengan jelas jika sudah lepas maghrib.

 

Dar Bhumi Merapi, aku langsung ngecek gmap untuk menuju Jl. Magelang. Sekitar pukul tiga sore, kami sudah sampai perbatasan Sleman - Muntilan. Menjelang maghrib kami sudah sampai di satu rumah makan Padang di Jl. Suyudono, tak jauh dari rumah.

 

Kami sudah sampai rumah sekitar pukul 18.30. alhamdulillah. Next time kami dolan bareng-bareng lagi.

 

MS48 15.51 18 July 2026

 

No comments: