
Libur akhir tahun 2025 aku mengajak Angie dolan ke Wonogiri. dan ... long weekend wafat Isa Al-Masih, aku kembali mengajak Angie ke sana, dengan 1 excuse: Deven -- keponakan Ranz -- belum ikut ke Wonogiri. Bulan Desember 2025 lalu, Deven diajak pergi ayahnya ke Tawangmangu.
Aku dan Angie berangkat ke Solo hari Kamis 2 April 2026, naik travel pukul 19.00, setelah jam kerja Angie (dan juga aku) selesai. Cuaca syahdu -- gerimis -- mengiringi kami berangkat ke pool travel, dan juga saat travel berangkat ke Solo.
Jumat 3 April 2026
Kami berempat -- Ranz, Deven, Angie, dan aku -- berangkat ke stasiun Purwosari pukul 08.45. Saat KA Batara Kresna 'mendarat' di jalur 1 stasiun Purwosari pukul 09.00, kami sudah siap untuk 'berjuang' mencari tempat duduk. FYI, tiket KA Batara Kresna hanya empat ribu rupiah per orang. murah banget kan? tidak enaknya adalah: tidak ada nomor 'seat' yang berarti pengunjung harus buru-buru naik ke gerbong untuk mendapatkan tempat duduk.
Back to the previous week, Jumat 27 Maret 2026 pukul 00.05, Ranz hunting tiket KA BK. Bulan Desember lalu, dia baru hunting tiket sekitar pukul 10.00 -- satu minggu sebelum kami berangkat ke Wonogiri -- dan kami kehabisan tiket yang berangkat dari stasiun Purwosari.
"Ma, di bulan Desember lalu, waktu kita naik kereta, semua tempat duduk sudah ditempati orang kan?" tanya Angie.
"Yup. itu karena kita baru masuk stasiun jam 09.40. Makanya kali ini kita berangkat lebih awal, so saat KA BK memasuki peron jam 09.00, kita sudah siap 'berburu' tempat duduk." jawabku.
KA Batara Kresna meninggalkan jalur 1 tepat pukul 10.00. Di gerbong kami, terlihat ada sekitar 10 orang yang berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk. Sesampai stasiun Kota (alias Sangkrah) ada beberapa penumpang di gerbong kami yang turun, so jumlah penumpang yang berdiri berkurang.
Menjelang pukul 11.00 kami sudah sampai di stasiun Wonogiri. Kami lihat banyak penumpang KA BK yang tidak ke luar stasiun. Mereka harus turun dari KA karena gerbong akan dibersihkan, itu sebab mereka berdiri-diri di area situ. Guess why? Yes! Mereka hanya ingin 'mencicipi' gerbong mewah KA BK dengan harga yang super ekonomis. Sesampai Wonogiri? Mereka akan langsung kembali ke Solo!
Sebelum kami berangkat ke Wonogiri, aku sudah memesan si Bapak Angkot yang kami pakai jasanya di bulan Desember lalu. So? Si Bapak sudah menunggu kami di luar stasiun, ketika kami ke luar. Di sana, banyak angkutan kota lain yang menunggu penumpang KA yang mungkin akan dolan-dolan di area Wonogiri. Sayangnya, seperti yang aku tulis di atas, tidak banyak penumpang KA saat itu yang berniat dolan-dolan di Wonogiri.
Tujuan pertama kami hari itu adalah RM Pantai Gading Purba. Bulan Desember lalu kami pun ke sini. Namun karena saat sampai sana, hujan turun, dan kami tidak menemukan satu gazebo pun yang bisa kami tempati, kami langsung meninggalkan lokasi. Kali ini, meski cuaca kadang mendung kadang panas, tidak terlihat banyak pengunjung yang 'beredar' di area Pantai Gading Purba ini. Aku baru ngeh, itu karena hari itu adalah hari Jumat: hari 'pendek' buat kaum Muslim. Well, blessings in disguise sih buat kami.
kali ini dengan mudah kami mendapatkan gazebo untuk duduk-duduk, so kami langsung memesan makan siang. Usai makan siang, kami naik speed boat mengelilingi Waduk Gajahmungkur dengan biaya Rp. 150.000,00 untuk empat orang.
Destinasi kedua kami adalah Waduk Gajahmungkur, dengan specific area yang ingin kami kunjungi adalah 'Jembatan Kaca'. Tiket masuk waduk Rp. 20.000,00 per orang. Tiket masuk area Jembatan Kaca Rp. 10.000,00 per orang.
Saat kami masuk area WGM, cuaca panas sekali. Dengan ogah-ogahan Angie mengikuti kami berjalan menuju jembatan kaca. hoho ... Namun, begitu kami sampai area jembatan kaca, cuaca mendadak berubah ekstrim! Langit menggelap, mendung terlihat di mana-mana. Angie pun senang, karena hawa panas diganti dengan angin sejuk, meski kami rada khawatir karena di kejauhan kami bisa melihat kilat yang menyambar-nyambar!
karena cuaca yang mendadak berubah, kami tidak lama-lama di sini. setelah kami rasa cukup berfoto-foto di area jembatan kaca, kami langsung turun dari jembatan kaca, lalu berjalan menuju pintu ke luar. saat melewati area penjualan oleh-oleh, kami mampir sebentar: aku beli oleh-oleh untuk 2 keponakan, satu celana panjang santai untuk Angie. Ranz sendiri juga membeli satu kaos untuknya sendiri, dan satu lagi untuk Deven.
Dari Waduk Gajahmungkur, kami langsung menuju Golden Resort, tempat kami akan menginap malam itu. Cuaca gerimis tipis. We arrived there around 14.30. Seperti bulan Desember lalu, kami buking family room untuk berempat. Jika bulan Desember lalu kami harus membayar Rp. 850.000,00 kali ini kami cukup membayar Rp. 650.000,00. Kami tetap mendapatkan sarapan. Kali ini, sarapannya lebih bervariasi ketimbang bulan Desember lalu. Akan tetapi, aku tetap memesan nasi goreng Hongkong, Angie tetap memesan waffle. Ranz memesan omelette, sedangkan Deven memsan nasi goreng Nusantara.
sore itu, aku sempat berenang 50 laps (katanya kolam renang panjangnya 25 meter), Deven juga berenang bersamaku. Angie memilih nyantai di kamar, dia tidak membawa baju renang.
malam itu, kami makan malam di resto Golden. Angie memesan sapo tahu, Deven nasi goreng seafood, Ranz ayam bakar taliwang Wonogiren, aku tidak pesan apa-apa karena perutku masih kenyang. aku hanya pesan jus melon.
Sabtu 4 April 2026
pagi itu, aku berenang lagi. Ranz menemaniku, dengan duduk-duduk di kursi di pinggir kolam. Deven masih tidur, Angie di kamar, menikmati nonton netflix. Kali ini aku hanya berenang 30 laps. aku dan Ranz meninggalkan kamar jam 06.40, balik lagi ke kamar pukul 07.30.
![]() |
| Hong Kong fried rice |
Pukul 10.00 kami sudah selesai packing. Sebelum meninggalkan resort, kembali kami ke resto, memesan chicken wings, french fries dan mendoan. Sarapannya kurang? engga juga sih bagi perutku, kami hanya ingin foto-foto di rooftop! hoho ...
Jam 10.30 si bapak angkot sudah datang menjemput kami. setelah check out, kami langsung diantar ke stasiun. kami sampai stasiun pukul 10.50. calon penumpang KA BK sudah menumpuk! Waaah, alamat kami harus 'berjuang' untuk mendapatkan seat nih. aku yakin, tentu banyak juga penumpang kereta yang dari Solo, langsung balik lagi ke Solo, tanpa merasa perlu dolan di area Wonogiri.
Kali ini si bapak angkot tidak menyebut angka pasti berapa dia minta dibayar. Kami membayar Rp. 200.000,00 untuk 2 hari. (Harga per orang Rp. 30.000,00 untuk diantar ke area Waduk Gajahmungkur pp kembali ke stasiun masih berlaku ya.)
KA Batara Kresna meninggalkan stasiun Wonogiri pukul 12.00. (thank god, kami mendapatkan seat!) Kami sampai stasiun Purwosari pukul 13.00. kami langsung ke rumah Ranz yang kebetulan terletak tidak jauh dari sana.
To be continued.
PT56 14.05 10 April 2026

No comments:
Post a Comment