Sambungan dari kisah ini.
Sesampai rumah Ranz, meletakkan barang-barang yang kami bawa, Angie mengajakku ke pasar Triwindu: berburu kebaya jadul. Aku menawari Ranz untuk ikut, she agreed. FYI, Ranz yang orang asli Solo saja tidak tahu kalau di lantai 2 pasar Triwindu, ada penjual yang menjual kebaya-kebaya model jadul, yang ada kutubaru-nya, dan kebaya-kebaya lain sejenis itu.
Dari sana, kami berjalan kaki menuju satu rumah makan legendaris yang terletak tak jauh dari situ. Otw ke sana, aku tergoda untuk mengajak Ranz dan Angie mampir jajan es krim legendaris di RM Tentrem. Honestly, to my disappointment, di sini Angie malah hanya pesan jus jambu, padahal di sini yang legendaris kan es krimnya? another disppointment, meski kami 'hanya' pesan es krim dan jus, kami harus menunggu sampai hampir 20 menit dong.
dari sana, kami berjalan ke arah RM Kusumasari: aku lapar! aku dan Angie kompak memilih chicken cordon bleu, sedangkan Ranz memesan 'sego manten'. Untuk minum, aku pesan wedang jeruk Angie pesan kelapa muda gula jawa.
usai makan, kami jalan ke luar, mendung pekat menggantung di langit bagian Barat Solo. jalan raya di depan rumah makan itu penuh dengan kendaraan bermotor. kami perlu menunggu kurang lebih 10 menit sampai taksi online yang kami pesan datang, padahal posisi mobil hanya di Jl. Gatot Subroto, sekitar 200 meter dari titik kami berdiri.
sesampai rumah Ranz, kami mengambil barang-barang yang kami tinggal di sana, lalu memesan taksi online lagi untuk menuju Sunan Hotel. Angie booking satu kamar di sini satu malam.
sekitar pukul lima sore kami sampai hotel, check in, lalu menuju lantai 4, tempat kamar kami. Andai tidak lelah, tentu aku akan berenang lagi. sayangnya, tubuhku sungguh 'lungkrah' saat itu. Angie yang sudah nyidam berendam di bathtub, langsung melakukannya. Aku lebih memilih berbaring di tempat tidur sambil membaca buku. setelah berjalan kaki ke sana ke mari, rasanya nikmat sekali berbaring di kasur yang empuk, dalam kamar yang sejuk, sambil membaca buku. aku bakal mager semalaman!
tapi ternyata ...
sekitar pukul setengah tujuh, Angie mengajak ke luar: dia butuh memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya! yaaahhh ... ga jadi mager daaah.Perutku masih kenyang, tapi lambung Angie sudah 'berteriak' minta diisi: asam lambung Angie sedang kumat. dia tidak bisa mengabaikan keluhan lambungnya.
to our surprise, it was drizzling outside. so, kami balik ke kamar sebentar untuk mengambil payung. satpam di luar hotel yang ramah itu mengatakan bahwa payung yang tersedia hanya bisa dipakai untuk memayungi tamu dari mobil menuju lobby hotel.
Tidak jauh kami berjalan dari hotel, kami menemukan warung mie ayam dan steak. Angie memesan mie ayam + wonton, aku dipesankan Angie steak ayam. (padahal aku tidak lapar! hihi) untuk minum, kami hanya pesan air mineral.
usai makan, Angie mengajak berjalan mencari minimarket; dia merasa butuh mengkonsumsi yakult untuk merangsang perutnya agar bisa 'bab'. we didn't find it, instead, kami menemukan 'warung sembako madura', better than nothing lah. yang dicari Angie -- yakult -- ada! selain itu, kami juga beli larutan penyegar, tenggorokan kami rada-rada gatal soalnya.
selama kami berjalan di area itu (it is Kerten, tapi aku lupa apa nama jalannya), jalanan dipenuhi dengan deretan mobil yang terpaksa berjalan dengan pelan-pelan. selain itu, kami juga melihat orang-orang berjalan: mereka mengenakan baju-baju bagus. kami baru ngeh, ternyata di satu spot di situ ada gereja, dan orang-orang yang memenuhi jalan itu adalah mereka yang pulang dari mengikuti misa.
meski cuaca gerimis, aku tetap keringetan berjalan di bawah payung. sayangnya aku lupa menyalakan strava; mungkin malam itu kami berjalan sejauh kurang lebih 1,5 km. sesampai hotel? ternyata aku tetap malas mandi! lol. sengaja aku biarkan AC dalam kamar di angka 18 derajat!
Minggu 5 April 2026
Jam enam pagi aku meninggalkan tempat tidur yang (meski) nyaman, tidak membuat tidurku nyenyak semalam sebelumnya. entah mengapa. setelah buang air kecil, aku siap-siap menuju kolam renang. Angie masih tidur nyenyak.
sesampai kolam renang, ternyata kolam renang sudah cukup ramai. bahkan, saat ganti baju di ruang ganti baju, aku bertemu beberapa orang yang sudah selesai berenang! kira-kira mereka mulai berenang jam berapa? (dan aku baru tahu, ternyata kolam renang hotel ini juga terbuka untuk mereka yang tidak menginap di hotel.)
![]() |
| penampakan kolam renang di malam hari |
I do love the swimming pool! kolamnya besar, lebih besar dari kolam renang di the Club, Graha Padma tempat aku akhir-akhir ini biasa berenang. Tapi, aku tidak tahu ukurannya berapa. Kolam renang 'utama' ini kedalaman airnya 1,7 meter.
aku sudah berenang 'sejauh' 20 laps, saat aku pikir sudah cukup aku berenang. ternyata, lalu aku lihat Angie menyusulku ke kolam renang. dia hanya ingin goler-goler di kursi panjang yang tersedia di sekitar kolam renang. so? aku putuskan untuk lanjut berenang, 10 laps lagi.
sekitar jam delapan, kami sudah kembali ke kamar. tanpa sepengetahuanku, ternyata Angie sudah 'go food' untuk sarapan kami. (Angie salah memesan kamar: dikira plus breakfast, ternyata tanpa breakfast. selama berenang, aku berpikir-pikir tetap akan mengajak Angie sarapan di dining room dengan membayar Rp. 138.000,00 per orang. Lha ternyata Angie had her own plan. ya wis.) setelah sarapan nasi kuning pesanan Angie (enak ternyata!), gantian aku yang mandi sekalian berendam di bathtub yang tersedia. lalu gantian Angie. dia tentu tidak menyia-nyiakan kesempatan berendam di bathtub lagi.
Jam 11.00 kami sudah siap meninggalkan hotel.
pertama, kami menuju Aragon, travel yang telah kami buking untuk pulang ke Semarang. Kami menitip barang-barang kami. Dari sana, kami ke Pura Mangkunegaran. Guess what? Jika di tanggal 16 February 2026 lalu, aku dan Ranz ke sini kudu antri lamaaa (kami akhirnya tidak jadi masuk, cuma foto-foto di luar), kali ini, tidak ada antrian yang berarti! Lucky Angie!
Kami langsung dipersilakan masuk ke satu ruangan di mana kami membeli tiket wisata. Satu orang membayar Rp. 30.000,00. Tidak lama kemudian, kami sudah dipersilakan mengikuti seorang guide. Rombongan kami ada 10 orang.
satu setengah jam kemudian, kami 'baru' meninggalkan area Pura Mangkunegaran. Angie sudah kelaparan! Dengan tergesa-gesa, aku mengajak Angie berjalan ke Ono Solo Cafe yang terletak tidak jauh dari PMN. (16 February 2026 lalu, aku dan Ranz juga makan siang di sini.) Angie memesan nasi goreng seafood, aku memesan selat Solo, untuk minum, aku pesan es teh, Angie es teh tarik. 15 menit kemudian, Ranz menyusul kami.
Jam 15.00, kami sudah sampai di pool Aragon. Travel yang kami tumpangi meninggalkan pool jam 17.00. Alhamdulillah kami sudah sampai rumah jam 19.00.
Sampai jumpa di kisah dolan Angie dan nyokapnya berikutnya! InsyaAllah.
12.01 PT56 11 April 2026

No comments:
Post a Comment