Sejak dolan ke
Jogja bersama Ranz di bulan Maret 2021 dan menginap di Java Village, aku sudah
sangat ingin mengajak Angie menginap di hotel yang sama. Syukurlah, akhirnya
kesempatan itu datang juga.
Jumat 29 Maret 2024
Hari ini
adalah hari libur Nasional: Jumat Agung a.k.a. Good Friday. Angie libur! A
perfect time! Pagi itu kami sahur sekitar pukul 03.45. Usai sahur, Angie molor
lagi, sementara aku memilih mandi kemudian duduk-duduk di kursi di dalam kamar.
Sekitar puku 07.10 Angie ke luar kamar, mandi. Angie bilang dia ingin berangkat
dari rumah pukul 08.00, quite early, mengingat kami baru bisa check in jam
14.00, menurut info di web. Tapi, kalau berangkat kesiangan, rasanya kok males,
lol, apa lagi jika cuaca panas, matahari bersinar sangat terang, misalnya.
Kami jadinya
meninggalkan rumah sekitar pukul 08.15. terakhir kami turing naik motor ke Solo
tanggal 24-25 Juni 2023, 9 bulan yang lalu. Angie nampak rada grogi karenanya,
but I told her, "kita nyantai saja sayang, ga usah buru-buru. Toh waktu
check in hotel juga jam 2 siang." Alhamdulillah perjalanan lancar sampai
di Banaran 9, Pingit. Aku bilang ke Angie sebelumnya bahwa aku akan mengajaknya
istirahat di situ. Kami sampai di sana sekitar menjelang pukul 10.00. Namun
ternyata di bulan Ramadan, Banaran baru buka jam 12.00 siang.
(Semula aku
berencana otw ke Jogja mampir di Banaran 9 ini. Beberapa kali bersepeda
melewati tanjakan Jambu yang berkelak-kelok ini, aku dan Ranz belum pernah
mampir ke sini. Hanya sekali di tahun 2013 kami mampir di Kopi Eva. Baliknya,
dari Jogja ke Semarang, aku mau mengajak Angie mampir di Kopi Eva, untuk
istirahat.)
Karena Angie
sudah merasa tangannya gemetar, lol, kami nunut duduk-duduk di kursi yang ada
di area parkir Banaran 9. seorang satpam menghampiri kami, memberi info sambil
minta maaf bahwa Banaran 9 belum buka. Di bulan Ramadan, para pegawai baru
berdatangan pukul 11.00, dan resto buka jam 12.00. 15 menit kemudian, kami
melanjutkan perjalanan. Aku bilang ke Angie nanti cari tempat istirahat di satu
minimarket saja.
Setelah
melewati terminal bus Secang, akhirnya Angie memilih satu minimarket untuk
mampir beristirahat.
(FYI, aku
selalu senang melewati rute Semarang - Jogja via Secang - Magelang ini karena
daerah-daerah tertentu mengingatkanku pada masa-masa awal kuliah S1 di UGM
Jogja. Bus (ekonomi) yang kunaiki selalu mampir di terminal Secang, meski
mungkin hanya sebentar. Kemudian masuk kota Magelang, lewat Jl. Jendral
Sudirman - Jl. Pemuda, karena pada waktu itu, terminal bus Magelang masih
terletak di Jl. Pemuda, sebelum pertigaan Artos itu. Berasa aku masih berusia
di akhir belasan tahun, lol. Aku belum lulus kuliah S1 saat kemudian terminal
bus Magelang dipindah ke area luar.)
Di minimarket
ini, kami memutuskan untuk membatalkan puasa, toh kami adalah musafir, lol.
(FYI, ini adalah perjalanan turing kami pertama di bulan Ramadan!) aku memesan
iced cappuccino, sedangkan Angie membeli kopi 'brewed' yang sudah tersedia di
kulkas, yang ada tulisan 'kopi baper' alias kopi untuk dibawa pergi, lol. Untuk
cemilan, aku memilih brownies, sementara Angie mengambil donat.
Setelah merasa
sudah cukup beristirahat, kami melanjutkan perjalanan, sekitar pukul 11.15.
Angie bertanya butuh waktu berapa lama lagi untuk sampai di hotel yang telah
kami buking? Aku pikir mungkin sekitar 1,5 jam lagi. "Loh, masih jauh to
Ma?" tanya Angie. Kujawab, "well, menurut gmap sih cukup 58 menit sih
sayang, tapi ini kan tergantung how fast/slow you ride the motorcycle?"
lol.
Saat melewati
pertigaan Mungkid, aku baru ngeh bahwa 'bunderan' di daerah situ sudah tidak
ada. Aku ga ingat apakah 'bunderan' itu sudah hilang saat kami lewat situ waktu
otw balik ke Semarang, dari Tebing Breksi, 3 tahun yang lalu? Meski seingatku
saat bersepeda ke Magelang mengikuti event ultah C-5 di tahun 2019, jalan di
area situ sudah lebar, sampai sudah ada 'pulau jalan'.
Aku bilang ke
Angie kalau Java Village terletak di Sleman, jadi kami belum masuk kota Jogja.
Ternyata, setelah lewat gapura selamat tinggal Jawa Tengah, Angie sudah
membayangkan akan segera sampai, lol. Angie sempat bertanya, "Ma, dari
tadi kita sudah berada di Sleman, tapi kita kok ga sampai-sampai?" lol.
"Sleman itu luas yang. Seperti ketika Mama ikut J150K, lewat Bantul kok
terasa Bantul itu luaaaaaaas banget." Angie Cuma mesem, lol.
Akhirnya, kami
pun sampai lapangan Denggung, Sleman, dimana di sebelah kiri jalan ada Sleman
City Mall. Aku ingat di samping mall ini, kami harus belok kiri alias ke arah
Timur. Setelah belok ke jalan ini, sekitar 500 meter, aku meminta Angie
berhenti sebentar, aku butuh ngecek gmap. Tak jauh dari situ, ada perempatan
dimana kami harus belok ke arah kiri, di situ Jalan Griya Taman Asri. Waktu
melihat masjid yang terletak tepat di sebelah Timur perempatan itu, aku
langsung ingat, itu masjid yang kujadikan 'ancar-ancar' untuk belok.
Kami sampai di
lobby Java Village pukul 12.30. setelah mengurus administrasi di meja
resepsionis, kami diminta untuk menunggu kamar untuk siap dihuni. Pukul 13.00,
kami sudah boleh check in. kami mendapatkan kamar 310, di lantai 3. kali ini
kami dapat harga Rp. 850.500,00 untuk dua malam, plus sarapan.
Ternyata Angie
lelah, lol. Setelah melihat-lihat kamar, dia memilih untuk tidur. Aku ikut
leyeh-leyeh.
Sore pukul
16.00 kami keluar, Angie butuh ngemil sesuatu sebelum berenang. Kami menemukan
seorang penjual takjil di Jl. Gito-Gati. Kami jajan lemper isi ayam, sosis
solo, klepon dan roti bolu. It cost Rp. 21.000,00 altogether. Kemudian mampir
ke satu toko kelontong beli air mineral 600 ml, harganya Rp. 3.000.00. wah,
murah!

Kami kembali
ke hotel, sampai di kolam renang sekitar pukul 16,30. di sana sudah ada satu
keluarga yang sedang bermain air (bukan berenang! Lol) ayah-ibu dan 2 anak
laki-laki yang kutaksir usianya masih di bawah 10 tahun. Mereka meninggalkan
kolam renang mungkin sekitar pukul 17.15. aku dan Angie meninggalkan kolam
renang pukul 17.45.
Malam itu,
kami keluar lagi, Angie lapar. Angie sempat mencari di gmap orang yang
berjualan bakmi Jawa. (Semula aku mau mengajaknya ke Café Brick. Tapi, Angie
memilih mencari yang lain.) kirain lokasinya tidak jauh dari hotel, ternyata,
setelah mengikuti arah di gmap, kami malah sampai Jl. Magelang, kemudian masuk
satu gang yang nampak sunyi. Lah, aku malah khawatir. Lol. Angie kuajak kembali
ke jalan raya, Jl. Magelang, dan mencari warung bakmi yang bisa kita pilih
untuk makan.
Karena perutku
kenyang, kami hanya memesan 1 porsi bakmi rebus. Kami pesan wedang jeruk 2
gelas, yang kenyataannya hanya kami minum 1 gelas. Yang 1 gelas kami minta
dibungkus. (ternyata setelah balik ke hotel, ga sempat kami minum sampai
keesokan hari, dan kuputuskan untuk kubuang saja. Hiksss.)
Ternyata,
ketika meninggalkan warung bakmi itu menuju arah Selatan, ga lama kemudian kami
sudah sampai flyover Jombor! Angie pun kuajak lewat ring road, hingga Monjali,
belok ke arah Utara, Jl. Palagan. Kami mampir beli roti bakar, Angie khawatir
jika dia tidak mampu menahan asam lambungnya jika mendadak dia lapar dan kami
ga punya cemilan apa pun di hotel.
Setelah
membeli roti bakar, kami langsung kembali ke hotel. Setelah masuk hotel, tak
lama kemudian gerimis turun. Wah!
To be continued