Sunday, January 02, 2011

Teenagers versus parents

Barusan baca postingan seorang online buddy di networking site sebelah. Dia curhat anak remajanya nampaknya mulai naksir, dan ... begitulah, dia mulai deg deg sir, khawatir yang engga-engga. (entah apa aja itu yang 'engga-engga') tapi lantas dia mengingat pengalamannya sendiri di waktu remaja, yang bertingkah seperti anak remajanya, yang tidak mau terlalu dikhawatiri oleh orang tuanya, karena selalu merasa, "I am okay. I know what I am doing. You, parents, live in a different generation, so please ..." bla bla bla ...

Jadi ingat pertama kali Angie mulai naksir cowo, masih duduk di bangku SD. ha ha ... LOL. Aku tidak merasa khawatir atau bagaimana, hanya curious! Cowo kayak apa ya yang bikin Angie tertarik? :-) Akhirnya aku pun tahu what he looked like ketika anak laki-laki itu ngapel ke rumah. Ya, NGAPEL ke rumah!!! ha ha ... he looked good. heheheh ... Pinter main volley, kata Angie. (wedew, cerpen zaman lapanpuluhan banget yah? wkwkwkwk ...) But ... ada but nya ... tapi, ah ... ga usah kutulis di sini ajalah but-nya. LOL. Bisa didiemin sehari semalam entar. hahahaha ...

Jika engkau ingin tahu bagaimana aku membesarkan Angie, dan aku merasa ga perlu khawatir tatkala dia mulai tertarik kepada lawan jenis ~ apalagi sesama jenis LOL ~ aku membiasakan dia bicara terbuka tentang apa aja kepadaku, dan dia tidak perlu merasa khawatir bahwa aku tidak akan bisa memahaminya. Aku selalu berusaha membuatnya merasa 'secure' berbicara tentang apa saja. Sex? go ahead. Apa sajalah.

Dan aku selalu berusaha menempatkan diri pada tempatnya; ikut heboh kala dia cerita tentang cowo yang dia taksir, LOL, ikut heboh juga tatkala dia cerita tentang teman-temannya yang sedang naksir cowo, tentu juga ikut kesel waktu temannya ikutan naksir cowo yang ditaksir Angie (pengalaman zaman SMA nih), dll dll ...

By the way busway, kayaknya dulu aku sering banget nulis kayak ginian buat Angie? Kalau hanya masalah 'teenagers versus parents' tentu juga telah kutulis. Dulu ... zaman Angie belum ngeblog,

Barusan tadi siang (atau kemarin yak?) aku ngomong ke Angie, "I am wondering if I can raise other kids just the way I raised you, to be someone like you." (read it => have a close relationship with me, so that we are just like sisters or best friends) Resiko punya anak 'cuma' satu, ga bisa ngerasain, "Oh, kalau yang pertama tuh begini begini begini; anak kedua begitu begitu begitu; bla bla bla ..."

Ga usah terlalu panjang ah. :)

PT56 22.50 02.1.11