Wednesday, June 15, 2016

Trekking ke Curug Lawe dan Curug Benowo

CLBK = Curug Lawe Benowo Kalisidi

Nama Curug Lawe dan Curug Benowo tentu tidak asing lagi bagi para pehobi trekking, atau sepedaan. Tahun lalu aku telah trekking ke Curug Lawe bersama Ranz. Bulan Mei kemarin aku kembali kesana untuk trekking ke Curug Benowo. Setelah itu, saatnya aku mengajak Angie trekking kesana. :)

By the way, banyak orang bertanya apakah Angie juga suka sepedaan, seperti aku? Sayangnya jawabannya tidak. :D Alasannya simpel : dia ga mau warna kulitnya kian eksotis. LOL. Berbeda denganku yang kalau sepedaan ribet banget harus menutup sebagian besar kulit (NOTE : pakai kaos lengan panjang, pakai celana panjang, pakai bandana untuk menutupi sebagian wajah, pakai helm dan kacamata hitam), Angie maunya pakai baju yang praktis, kaos lengan pendek dan celana pendek. Jadinya ya begitulah, usai sepedaan warna kulit lengan dan kaki tentu kian eksotis. LOL. Kadang, Angie juga malas kuajak trekking. Hahahaha ... Semula dia juga menolak kuajak ke Curug Lawe ketika kubilang trekkingnya sekitar 2,5 km dari tempat parkir. Namun, akhirnya dia justru mengajakku kesana setelah melihat foto-foto Curug Lawe di instagram. :)

22 Mei 2016

Aku sengaja mengajak Angie siap pagi-pagi karena konon jika kita sampai di Curug Lawe agak siang, lokasi itu bakal penuh pengunjung dan membuat kita tidak leluasa berfoto-foto. Pukul 07.30 kita meninggalkan rumah. Kita -- berempat = aku, Angie, Nunuk (adikku) dan Tari, teman kerja adikku. Kita naik dua motor, aku mbonceng Angie, sedangkan Nunuk mbonceng Tari. Yak ... yang sudah stw dibonceng sajalaaahhh. Kekekekekeke ...

Dalam perjalanan kita mampir ke 3 pom bensin karena motor yang kita naiki butuh diisi bahan bakar. Yang pertama di pom bensin Jalan Kaligarang. Karena tidak mendapatkan yang kita cari -- pertalite -- kita pun mampir ke pom bensin di ujung Sampangan, dekat Tugu Suharto. Surprisingly pom bensin ini TUTUP. Nah! Ternyata ada ya pom bensin di kota Semarang tutup di hari Minggu pagi? Wew ...

Kita lanjut ke arah Unnes. Rasanya kakiku gatel, pingin gowes. LOL. Sudah setahun lebih aku tidak nanjak ke arah Unnes naik Cleopatra. WEW. Dalam perjalanan kita mendapati satu pom bensin. Berhubung pertalite tak kita temukan, dan khawatir bahan bakar dalam motor keburu habis, motor pun kita isi pertamax. :)

Perjalanan lancar dan aku sangat menikmati pemandangan. Berhubung dua kali kesini aku selalu boncengin Ranz sehingga harus konsentrasi ke jalan, mana motorku sudah tua, harus siap-siap mendadak mati gegara kepanasan. Hahahahah ...

Kita berkunjung ke Curug Lawe. Setelah itu kita mampir ke Curug Benowo. Nunuk menyalakan sportstracker untuk mencatat berapa jauh kita berjalan. Ternyata lumayan jauh lho, 9 kilometer! wawww. :D

Berikut foto-fotonya, hasil jepretan kamera hape seadanya. :D








IB180 13.50 16/06/2016

Tuesday, May 26, 2015

Turing ke Lasem

Untuk pertama kali, aku mengajak Angie 'turing' dengan naik sepeda motor. Ini juga pengalaman pertama bagiku turing naik motor, setelah biasa bikepacking alias turing naik sepeda (lipat) sejak tahun 2011. (Check my blog here). Ga jauh-jauh amat sih, ke Lasem. Jarak Semarang - Lasem (berdasarkan speedometer) kurang lebih 140 kilometer. But still, karena ini adalah pengalaman pertama, tentu perjalanan ini terasa sangat exciting dan challenging.

Dalam perjalanan ini kita berempat naik dua sepeda motor, Angie berboncengan dengan Fitri, salah satu sobatnya sejak SMP, (FYI, Fitri sudah beberapa kali turing naik motor, so this is not her first experience), sedangkan aku dan Ranz berboncengan di motor lain.

Waktu berangkat dari Semarang, Kamis 14 Mei 2015, seperti rencana, aku memboncengkan Ranz sedangkan Fitri memboncengkan Angie. Setelah sarapan garangasem di Kudus, Angie gantian memboncengkan Fitri dengan alasan Fitri tidak bisa naik motor pelan, padahal aku ga bisa ngebut. LOL. Selepas Pati jelang Juwana posisi ini berubah, aku diboncengkan Angie, sedangkan Ranz membonceng Fitri karena aku ngantuk. LOL.

Sesampe Rembang, yang pertama kita sambangi adalah makam Ibu Kartini. Ini tidak termasuk itinerary-ku, Fitri yang ingin kesini, tapi tentu aku tidak keberatan. :)

Dari makam Ibu Kartini kita lanjut ke Lasem. Setelah mampir istirahat dan shalat di masjid agung Lasem yang terletak di pinggir jalan raya pantura, kita ke sentra kuliner lontong Tuyuhan, di kawasan Tuyuhan untuk makan siang yang kesorean.

Tujuan berikutnya adalah Pasujudan Sunan Bonang karena butuh memotret lokasi ini untuk keperluan sesuatu. Dari sana kita ke hotel Tasiksono yang terletak di satu pom bensin. Istirahat sekaligus mandi agar segar kembali.

Malamnya kita ke jalan utama Lasem yang terletak tak jauh dari masjid agung untuk makan malam.

Di hari kedua, Jumat 15 Mei 2015, Fitri terpaksa pulang ke Semarang terlebih dahulu karena ada pekerjaan yang menantinya. Usai mandi dan packing, kita meninggalkan hotel menuju masjid agung, tempat aku janjian dengan mas Bowo yang akan menemani kita ke vihara Ratanavana Arama dan Rumah Candu. Angie dan Ranz berboncengan naik motor, aku naik bus. Untunglah Mas Bowo datang bawa motor sehingga aku ga perlu nyari ojek, aku cukup membonceng mas Bowo. :)

Setelah mas Bowo mengadakan koordinasi yang diperlukan, kita menuju vihara Ratanavana Arama sekitar pukul 10.00. Dari sana kita ke Rumah Candu pukul 11.00.

Jelang pukul 12.00 Angie sudah berada dalam bus kembali ke Semarang. Aku berboncengan dengan Ranz meninggalkan Lasem pada jam yang sama. Karena Ranz khawatir aku bakal mengantuk lagi dalam perjalanan, kita mampir ke satu tempat setiap sekitar 30 kilometer. LOL. Dari Lasem, kita mampir ke sebuah minimarket yang terletak di satu pom bensin kawasan Kaliori. Disini aku minum secangkir cappuccino, Ranz makan mie instan cup.

Pemberhentian berikutnya adalah Pati, kita mampir ke satu tukang rujak, untuk minum Ranz memesan es degan aku es gempol. Di Kudus kita mampir ke satu sentra kuliner jagung dan bakwan jagung bakar. :) Pertama kali aku mencicipi bakwan jagung bakar yang diberi topping sambal rujak. Yummy! :)

Di Demak kita mampir ke sebuah mini market, saat aku ngopi lagi. :)

Kita sampai di Babah Tiam, tempat biasa aku nongkrong bersama beberapa teman di Jalan Imam Bonjol pukul 19.00. 7 jam dari Lasem ke Semarang! xixixixixixi ...

Berikut beberapa foto jepretan Ranz. :)

LG 11.51 27/05/2015

















perhatikan bentuk lontongnya :)







makam Putri Cempo

petilasan Sunan Bonang

rombongan peziarah yang datang setelah kita usai







patung Siddharta Gautama (Sang Buddha) yang sedang bermeditasi dalam perjalanan mencapai 'awakening'





candi Sudhammo Mahathera


penampakan Rumah Candu dari depan


banguna di bagian belakang Rumah Candu

lubang tempat dulu menyelundupkan candu


makam Captain Liem yang dibunuh oleh Belanda karena membantu perjuangan masyarakat Lasem waktu itu


siap kembali ke Semarang :)