Tuesday, January 04, 2022

Dolan Kulon Progo

 

Ini merupakan kisah lanjutan dari yang kuunggah disini.

 

25 Desember 2021

 

Pagi itu cuaca mendung. Aku dan Ranz ke rooftop untuk melihat situasi kolam renang dan mengabadikan pemandangan sekitar apartment. Melihat kolam renang kosong sampai pukul 06.15, aku gatal pingin berenang. Aku pikir pasti yang sudah booking kolam renang mager nih. Setelah maju mundur, akhirnya aku bilang ke petugas yang menjaga apakah dia membolehkanku berenang. Ternyata boleh. Maka, aku dan Ranz buru-buru balik ke kamar, aku persiapan pakai baju berenang, dan balik lagi ke rooftop. To my disappointment, jam 06.23 sudah ada yang nyemplung kolam renang, orang yang reservasinya pukul 06.30. ya sudahlah, belum rezekiku bisa berenang pagi ini.

 






Sekitar jam 07.00 aku dan Ranz balik ke kamar. Ternyata Angie dan Fitri sudah kelaparan, lol. So, tanpa mandi terlebih dahulu, lol, kami keluar cari sarapan. Angie pingin bubur ayam. Ya, yang lain manut deh. :)

 

Setelah sarapan, aku mengajak anak-anak mampir ke Radit, pinjam helm agar aku dan Ranz bisa ngikut Angie dan Fitri yang ternyata ingin dolan ke Kulon Progo. Untunglah Radit ada di kos, dan dia bisa meminjami kami 2 helm sekaligus.

 

Sebelum pukul 10.00 kami sudah meninggalkan apartment untuk menuju Kulon Progo. Tujuan pertama: Pantai Glagah.

 

Ternyata lumayan jauh ya dari Jakal km 5. hihihi … jaraknya hampir 50 kilometer. Well, sekilas sih pantai Glagah ini tidak jauh berbeda dari pantai Parangtritis, pasirnya hitam dan garis pantainya panjang. Yang membedakan tentu saja ada 'laguna' di pantai Glagah. Namun karena laguna penuh dengan perahu-perahu yang disewakan dan orang-orang yang antri ingin naik perahu, kami malas 'berkeliaran' disitu; kami langsung menuju pantai dimana ada 'timbunan' pemecah ombak yang cukup terkenal sebagai objek foto.

 


Angie didn't let me 'pose' :D


Karena kondisi kaki kananku yang sedang tidak ramah untuk dipakai berjalan kaki jauh, (cedera lutut kanan) aku hanya mengajak Ranz foto-foto di pinggir pantai, kemudian duduk-duduk di bawah satu payung yang disewakan. Kami sempat menikmati es kelapa muda.

 

Dari pantai Glagah, ternyata Angie dan Fitri ingin ke NYIA, bandara Jogja yang baru, yang terletak di sebelah Barat dari pantai Glagah. Wow. Pantas, kawan2 pesepeda Jogja 'cukup' bersepeda ke NYIA untuk 'sekedar' bergrandfondo. Hahahaha …

 





Honestly, sempat ga pede loh aku dan Ranz: boleh ga sih (hanya) berwisata ke NYIA karena kami tidak perlu naik pesawat terbang? Ternyata boleh! Hahahaha …

 

Dari NYIA, kami ke Waduk Sermo. Nah, ini adalah keinginan terpendamku sejak sekian tahun yang lalu: penasaran sekali ingin bersepeda kesini. Di perjalanan mendekati waduk, aku melihat cukup banyak orang yang bersepeda kesini, rombongan. Treknya mirip Gunung Pati, rolling yang bakal cukup bikin ngos ngosan, hahahaha …

 

Saat hampir sampai waduk, kami harus mendaki tanjakan kemudian turun tanjakan. Ini berarti menuju waduk maupun saat akan meninggalkan waduk, pesepeda harus tetap ngos ngosan. Hahahahaha …







 

Ternyata di Waduk Sermo tidak banyak pilihan untuk kulineran, tidak seperti yang dekat waduk Gajahmungkur. Angie, Fitri, dan Ranz sempat jajan cilok, satu jenis jajanan yang aku tidak bisa turut menikmati. Maka, ketika Fitri shalat, aku mengajak Ranz mlipir ke satu warung mie ayam. Perut hanya terisi bubur ayam sejak pagi.

 

Dari Waduk Sermo, kami langsung balik menuju Jogja. Alhamdulillah sudah ada google map yah jadi ga perlu sering-sering turun untuk bertanya kepada orang yang kita lewati harus menuju rute mana.

 






Destinasi terakhir adalah kafe Kebon Ndalem yang terletak di ujung perempatan dekat Tugu Jogja. Ini juga aku yang ingin mampir.

 

Alhamdulillah hari ini aku sudah mengunjungi 2 lokasi yang ingin kukunjungi: Waduk Sermo dan Kafe Kebon nDalem.

 

Sekitar pukul tujuh malam kami sampai ke apartment. Setelah mandi, aku menemani Ranz keluar beli makmal. Kebetulan tidak jauh dari apartment ada angkringan yang jualan bakmi Jawa. Angie dan Fitri sudah molor di kamarnya.

 

To be continued.


Kelanjutan kisah ada di link ini.

 

PT56 08.18 02/01/2021