Thursday, January 08, 2026

Awann Costa 21 Desember 2025

 


hari Minggu 21 Desember 2025, aku mengajak keluarga ke Awann Costa; ini kali kedua aku mengajak dolan ke 'pinggir pantai' yang konon digadang-gadang sebagai PIK-nya Semarang. Yang pertama, di bulan November 2024, kami mampir ke Awann Costa setelah makan siang bareng di satu resto yang terletak di dalam Pantai Marina. Kali ini, aku mengajak semua -- minus bapaknya 2 keponakan karena dia harus bekerja -- karena ada tempat nongkrong 'baru' di AC yang menjual makanan/minuman dengan harga miring: WARMINDO BERLABUH! hohoho ...

yang aku sukai saat nongkrong di pinggir laut sini ini adalah anginnya yang semilir sejuk, tidak terasa sepanas jika nongkrong di pantai Marina.

but guess what? sepulang dari sini, Rani, keponakanku yang besar, diare dong. kemungkinan karena dia masuk angin. yaaaah ... padahal kapan-kapan aku pengen mengajak mereka dolan ke sini lagi, healing murah meriah dekat dari rumah. well ... well ... let's wait and see. 




 

Fort Willem 1 (again!)

 


keluarga Podungge Semarang memulai tahun baru 2026 dengan sesuatu yang baru: mencoba naik Trans Jateng, dari Semarang menuju Bawen! Dari rumah, kami berenam naik taksi online menuju halte TJ yang terletak tak jauh dari RSUD Kariadi, dari sana kami naik TJ. Kebetulan waktu itu, kami ga perlu menunggu lama sampai bus TJ datang; hanya sekitar 10 menit. Sayangnya waktu bus datang, kondisi di dalam bus lumayan penuh, hanya ada 1 seat kosong, yang langsung aku duduki. di deretan bangku belakang, ada seseorang yang memberikan kursinya ke Riz adik ragilku, yang langsung mendudukinya, sambil memangku Adek. (padahal Adek tingginya sudah hampir seibunya 😀!) kemudian ada seseorang lain lagi yang memberikan tempat duduknya ke Noek, adikku yang satu lagi. Tapi oleh Noek, kursi diberikan ke Rani, keponakanku yang duduk di bangku 9, karena kalau harus berdiri, kami yakin Rani ga akan bisa tahan lama. Angie? Terpaksa dia berdiri. 

benar-benar di luar prakiraanku bahwa bus Trans Jateng ini bakal sebegitu penuh hingga bus sampai terminal Bawen. Angie sama sekali tidak sempat duduk! oh ya, sekarang, harga tiket untuk satu orang Rp. 5.000,00, sudah naik seribu rupiah sejak terakhir kali aku naik TJ, which is sebelum pandemi. haha ... 

dari terminal Bawen, kami naik taksi online lagi menuju Benteng Willem 1.  Bisa kuperkirakan situasi benteng tentu ramai sekali! 1 Januari selalu masuk HIGH SEASON. meskipun begitu, kami ga perlu ngantri lama saat beli tiket maupun saat melewati pintu masuk.

kali ini, tidak ada diskon sebanyak dua ribu rupiah, meski pengunjung ingin membeli tiket terusan. (you may check this link.), "High season, Mama!" kata Angie. 😃

setelah merasa puas berjalan-jalan dan berfoto-foto di dalam benteng, kami kembali menggunakan jasa taksi online untuk menuju terminal Bawen. FYI, rada susah mencari taksi online di sekitar area benteng, but, still, it is not impossible. dari terminal Bawen, kami naik bus TJ lagi. kali ini, guess what, Angie tetap tidak mendapatkan tempat duduk! dia merasa tidak nyaman berebut dengan penumpang lain yang lebih senior, maka dia mengalah: berdiri saja.

kami turun di halte dekat RSUD Kariadi, lanjut naik taksi online sampai rumah.

PT56 11.01 08 January 2025