Tuesday, August 26, 2008

PENSAGA

Malam ini, Sabtu 23 Agust. 08 ada acara yang lumayan penting di sekolah Angie, PENTAS SENI SMA N 3 SEMARANG, atau yang lebih dikenal dengan PENSAGA. Untuk tahun ini ada dua band yang cukup terkenal yang diundang, yakni SHEILA ON SEVEN, dan THE CHANGCUTERS (tulisannya bener ga? ) Kupikir acara ini sebegitu pentingnya seperti acara pesta prom yang pertama kali kukenal (dan juga dikenal Angie) lewat buku PRINCESS DIARIES sehingga merupakan kewajiban bagi semua siswa untuk datang. Berhubung sekolah-sekolah lain pun menyelenggarakan acara yang sama—di lain waktu tentu saja—maka keberhasilan—dibuktikan dengan lakunya tiket—acara ini pun menjadi kebanggaan sekolah masing-masing.
Khusus untuk tahun ini, cerita Angie, SMA N 3 Semarang disaingi oleh “musuh bebuyutannya” SMA N 1 Semarang yang dengan sengaja menyelenggarakan PENSMANSA—or whatever you call it, I don’t really pay attention to it—pada hari yang sama. Semula SMANSA berencana untuk mengundang ANDRA & THE BACKBONE yang sedang naik daun untuk menarik perhatian anak-anak remaja sekota Semarang, agar mereka lebih memilih untuk hadir ke SMANSA daripada ke SMAGA. Rencana ini gagal karena konon ANDRA & THE BACKBONE sedang berada di Australia sehingga menolak undangan ke Semarang. Sebagai gantinya, SMANSA mengundang KOTAK yang merupakan band INDI, yang diharapkan akan mampu menarik minat para remaja yang suka ber-band ria, dan memimpikan memiliki rekaman suatu saat nanti dengan cara ber-INDI ria.
Bisa ditebak siapakah pemenang di atas kerta persaingan antara dua Sekolah Menengah yang semenjak dua dekade lalu (atau mungkin lebih lama dari ini) berusaha menunjukkan mana yang lebih baik. Semua tiket masuk PENSAGA tahun ini telah laku terjual H-A-B-I-S.
Aku tidak tahu sejak kapankah “tradisi” mengadakan PENTAS SENI dengan mengundang band-band papan atas—yang bagiku lebih cenderung menghambur-hamburkan uang daripada untuk menimba suatu pengalaman berharga—dimulai di Semarang. (Aku tidak akan pernah tahu jika aku tak memiliki anak remaja tentu!)
Dua dekade yang lalu tradisi yang ada adalah menyelenggarakan pesta sederhana yang biasanya dilaksanakan untuk merayakan HUT SMA N 3 Semarang yang jatuh pada tanggal 1 November. (SMAN 3 Semarang diresmikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tanggal 1 November 1877). Pesta ini hanya menampilkan kesenian masing-masing kelas, mulai dari seni tari, membaca puisi, paduan suara, band sederhana, dll. Dan biasanya pesta ini menarik perhatian para alumni yang tanpa ada undangan resmi langsung datang untuk reuni dengan guru-guru.
Dan aku sangat sedih mengetahui tak ada lagi “pesta” khusus untuk merayakan HUT SMA N 3 Semarang, dimana para alumni berdatangan untuk bereuni. Aku tidak yakin apakah para alumni lain akan tertarik untuk menghadiri PENSAGA seperti yang telah dikenal Angie semenjak dua tahun lalu. PENSAGA ini terlalu hingar bingar, banyak anak remaja dari sekolah-sekolah lain berdatangan untuk sekedar hanging out.
Aku lebih sedih lagi tatkala Angie tidak mengizinkanku datang bersamanya.  “You are old enough to hang out with my friends and me, Mom! Don’t make me feel like you are babysitting me!” katanya dua tahun lalu.
Here I am, at home, scribbling something, accompanied by some beautiful melodies I got from one loved one of mine, plus a cup of coffee. And Angie is there, at her school.
PT56 21.05 230808

2 comments:

Kridayantri said...

hi..hi.. kasihan banget sih mbak... emang mbak nana lucu juga masak anak udah gede apalagi SMA dibuntuti terus..he..he.

by the way, ajari bikin blog donk mbak. aku udah buat blog tapi belum aku isi apa2 n belum aku design soalnya masih bingung. aku kebetulan lagi search tentang american literature kok ketemu blog mbak Nana.

A Feminist Blog said...

hello non ...
wah, ga nyangka kamu nulis komen di sini. entar kukunjungi balik wes blog mu :)