Monday, July 16, 2007

From Angie to Jogja


Angie masuk kelas XI IA (baca => Ilmu Alam) 1 mulai Senin 16 Juli 2007. Ini berarti libur kenaikan sekolah telah usai. Tiga minggu telah berlalu.
Hal ini mengingatkanku akan rencana-rencana yang kutulis beberapa minggu lalu, apa-apa yang kurencanakan akan kulakukan bersama Angie selama liburan.
1. Ngenet lebih dari biasa, for fun buat Angie, sedangkan untukku sendiri tentu saja blogging.
2. Sewa VCD untuk hiburan, well untuk pengisi waktu saja, lebih murah dibanding aku ajakin nonton di bioskop toh?
3. Membiarkan Angie menggunakan desktop seharian sedangkan aku mengalah menggunakan the cutie.
4. Wisata kuliner
5. Berbelanja di supermarket dekat rumah
6. Ke Toko Buku
7. (Bermimpi) mengunjungi Jogja, kota klangenanku di kala jauh begini.
Dari keenam rencana itu, yang manakah yang akhirnya benar-benar kita lakukan bersama?
1. Ngenet lebih dari biasa
Hal pertama ini benar-benar terjadi. Aku ingat hari Sabtu pertama Angie libur (aku juga pas libur), kita ngejogrok di depan komputer di warnet selama tujuh jam. Ck ck ck ... aku blogging, mulai dari posting, berkunjung ke blog teman-teman plus ninggalin komentar di beberapa posts, plus ngedit template blog (aku sedang hot-hotnya posting di http://jogjaklangenanku.blogspot.com tentu saja), sekaligus membaca messages dari milis. Angie? Downloading lagu-lagu, theme (buat hape SonEr K 510i), video clip, friendster, dll.
2. Sewa VCD
Tidak jadi kulakukan. Entah kenapa kok rasanya aku sibuk banget sampai ga sempet ke VCD rental (yo opo seh sibuknya? LOL). Tapi Angie cukup beruntung karena selama Tantenya libur kerja, dia sewa beberapa VCD dan Angie ikutan nonton. Dua film yang dia ‘bajak’ ke harddisk adalah SHE’S THE MAN dan JOHN TUCKER. Aku sudah sempat diprovokasinya untuk nonton SHE’S THE MAN. Karena kesibukan nyiapin posting buat http://jogjaklangenanku.blogspot.com lah yang membuatku sampai sekarang belum sempat menulis review buat film yang lumayan feministic ini menurutku.
3. Menggunakan desktop
Kenyataannya selama aku libur kerja (yang berbarengan dengan minggu pertama Angie libur kenaikan), aku tetaplah lebih sering menggunakan desktop dibandingkan Angie, karena aku sedang keranjingan nyiapin posting buat blog klangenanku itu. Untuk sementara ini, demi mengantisipasi kemungkinan terkena virus, the cutie aku “karantina”, flash disk tidak kucolokin ke situ. So, demi mudahnya aku ngetik menggunakan desktop, sehingga tatkala akan kupost di blog, tinggal kutransfer ke flash disk.
Setelah aku masuk kerja lagi, ya Angie pun menggunakan desktop sebosennya selama aku di kantor.
4. Wisata kuliner
Belum jadi kulakukan.  Namun, di akhir libur, hari Minggu 15 Juli 07 akhirnya aku sempat juga menraktir Angie di bakso PAK GEGER yang berlokasi di Jalan Mintojiwo (kalo ga salah ingat LOL), setelah berkunjung ke Gedung Batu Sam Po Kong.
Btw, semenjak posting artikel yang berjudul SEMARANG PESONA ASIA, dan ada sambutan hangat tentang LAWANGSEWU di milis RumahKitaBersama, aku sudah ngebet banget untuk berkunjung ke Lawangsewu plus Sam Po Kong. Angie males melulu kalo kuajak kesana. Untunglah akhirnya aku kesampaian juga “memaksa” Angie untuk menemaniku ke dua tempat tersebut. LOL.
Oh yah, beberapa hari yang lalu, aku sempat juga ngajakin Angie minum es teler dan makan tahu gimbal di Jalan Menteri Supeno, dekat SMA N 1 Semarang.
5. Berbelanja ke ADA Supermarket
Sebenarnya ini merupakan kegiatan bulanan. Namun selain belanja bulanan, seminggu yang lalu aku ajakin Angie ke ADA Supermarket lagi untuk membelikannya sepatu baru plus buku tulis untuk persiapan masuk sekolah lagi. “She is really in good hands,” aku ingat komentar Rick di tahun 2000 lalu tatkala aku membelikan kacamata berenang, buku bacaan, plus baju baru buat Angie. LOL.
6. Ke toko buku
Seperti di postingan yang kutulis tanggal 4 Juli, aku dan Angie ke toko buku TOGA MAS Semarang. Aku belikan Angie satu teenlit novel, dan untukku sendiri JURNAL PEREMPUAN no 50 dengan topik utama “Pengarusutamaan Gender”.
7. Mimpi ke Jogja
Hanya mimpi. :( Kenyataannya aku ga punya dana yang cukup untuk mengajak Angie berkunjung ke kota klangenanku.
(Kata Angie: “Angie ga pernah kangen Semarang tuh Ma? Rasanya juga Angie ga cinta kota kelahiran Angie ini. Biasa-biasa aja.”
Jawabku: “Honey, you will feel it when you are away from this city. Seperti sekarang, Mama kangen Jogja melulu karena Jogja jauh, dan Mama berada di Semarang. Waktu Mama di Jogja, ya kangen Semarang lah.”)
Waktu aku ke bengkel 10 hari yang lalu, dan harus mengeluarkan dana Rp. 350.000,00 rasanya aku ga rela. Dengan jumlah itu, aku bisa ngajakin Angie ke Jogja, nginep barang semalam di hotel yang murah, dan melakukan ‘napak tilas’, seperti jalan dari kos ke Hasilnet, makan di RM Pak To, trus jalan ke Fakultas Ilmu Budaya lewat Fakultas Kehutanan, belok kanan sedikit, aku akan sampai di balairung, jalan ke selatan, aku akan melewati FISIPOl, Gedung MM lama, Fakultas Ekonomi, dan ... sampailah aku di Fakultas Ilmu Budaya. Dengan hape Angie yang memiliki fasilitas digital camera, aku bisa jepret bangunan-bangunan tertentu sebagai kenang-kenangan (waktu aku masih kuliah S2 kemarin, aku belum mampu membelikannya hape berdigital camera), juga untuk mengisi blog klangenanku. Namun apa daya??? Semua itu hanya ada dalam anganku.
Jadi inget beberapa hari lalu aku mimpi tersesat di daerah UGM, tidak tahu arah. Aku melihat gedung MM yang baru nan megah itu (yang terletak di Jakal, seberang ARTHA Photo), namun lokasi MM ini ada di selatan Gedung Sabha Pramana. Nah lo. Bingung kan? Serasa aku terjebak di sebuah kota metropolis yang megah dengan gedung-gedung tinggi menjulang gagah, dan aku resah tak tahu kemana arah kakiku melangkah. Halah ... Hahahahaha ... Dasar mimpi. Kenyataannya tatkala menuliskan mimpi itu di sini, ah, tentu saja aku ga bakal tersesat kalau hanya belusukan di UGM sih. LOL.
Eh, jadi inget (lagi) waktu bulan Januari 2002 aku dan Julie berangkat ke Jogja untuk membeli formulir pendaftaran S2 (waktu itu aku belum tahu apakah bisa mendaftar lewat internet, so kita berdua melakukan “out of date activity” alias conventional ini. Meskipun telah bertahun-tahun meninggalkan kota Jogja, aku yakin aku masih bisa menemukan jalan menuju UGM, dibandingkan Julie yang sama sekali buta Jogja pada waktu itu.
But ternyata, kita berdua sempat tersesat sampai ke terminal Umbul Harjo. Nah lo. Masalahnya adalah, aku ga tahu kalau bus AKAP sesampai di Jombor belok kanan, trus langsung menuju terminal Umbul Harjo. Waktu aku S1 dulu bus AKAP masuk kota, dan aku turun di Borobudur Plaza, terus ganti bus yang langsung menuju UGM. Terminal Jombor tentu saja belum exist waktu itu. 
Tentu saja kita berdua sampai di UGM akhirnya, but it took longer time. LOL.
Kita berdua langsung jatuh cinta sewaktu melihat Gedung Lengkung, dan membayangkan kuliah di dalamnya. KEREN BO. Kenyataannya? Kita berdua kuliah di situ hanya satu mata kuliah, SEJARAH AMERIKA (AMERICAN HISTORY) yang disampaikan oleh Prof. Ibrahim Alfian, di semester 1. Selebihnya? Di ruang kelas Fakultas Ilmu Budaya atau gedung Pasca Sarjana lama yang terletak di belakang Fakultas Ekonomi, atau di seberang Fakultas Psikologi, ga jauh-jauh amat sih dari Fakultas Ilmu Budaya yang terletak di samping Fakultas Psikologi.
Nah lo. Semula aku menulis buat blog Angie yang di http://my-lovely-star.blogspot.com Lha kok berakhir di Jogja? Huehehehe ... Ini artinya, tulisan ini bisa kuposting di blog Angie itu, maupun di blog klangenanku, plus blog friendster, dan mungkin pula blog multiply. Dasar narcist. Wakakakaka ... suka pamer diri di beberapa blog sekaligus. LOL. LOL.
PT56 23.30 150707

2 comments:

mas liliks said...

kangen jogja, hmmm...
lha wong sebulan sekali ke jogja aja saya tetep kangen jogja koq :D

mampir nggih mbak kalo di jogja, ke gelanggang mahasiswa hihihi.. biasane weekend saya disitu wakakak

A Feminist Blog said...

Sebulan sekali ke Jogja tetep kangen Jogja juga? Itu berarti jangan cuma sebulan sekali, tapi seminggu sekali. LOL.
Gelanggang Mahasiswa? Lewat tiap hari dulu waktu ngekos di Jalan C. Simanjuntak :) Dolooooooooooo ....