Thursday, July 05, 2007

Sport anyone?

Hari Selasa 2 Juli 2007 Angie harus mengembalikan raport ke sekolah. Namun, berhubung aku tidak mencatatnya di organizer hape, aku lupa deh. jam 06.45 aku sudah cabut ke PC, tanpa memberi Angie uang saku. Waktu itu aku ya sempet heran kok Angie sudah bangun sekitar jam itu. Padahal biasanya kalau libur, Angie super molor. Apalagi saat aku masih di Yogya, dan dia main ke kos, wah, bakal bisa seharian dia molor. 
Sesampai aku di PC, aku baru sadar kalau Angie harus ke sekolah. Biasanya kan aku yang mengantarnya ke sekolah? Lah, aku sendiri sudah cabut? Gimana Angie mau berangkat? Tapi aku males banget kalau harus balik. Harapanku cuma satu: Angie tidak merasa terpatok harus ke sekolah jam berapa, so dia akan sabar menungguku balik dari PC untuk mengantarnya ke sekolah.
Tatkala aku sedang ngobrol dengan seseorang (nah lo, heran kan? Tumben si Nana ngobrol dengan seseorang di PC? Bukannya dia hobbynya nongkrong seorang diri, di sebuah bangku, memanjakan matanya untuk membaca atau ngetik di the cutie? LOL), tiba-tiba sms datang: dari Angie.
“Lho Ma, Angie td blm dikasi sangu ”
Nana: “Aduh Sayang Mama lupa  mau brangkat jam berapa? Buru2 kah?
berikut adalah ‘chat’ sejenak antara aku dan Angie lewat sms.
Nana: “Di tas Mama ada buku agenda kecil, di bagian sampul plastik ada uang 15000, tadi barusan Mama masukkan. Angie ambil aja, Mama males pulang awal. Ama sedang marah2 ”
Angie: ”J 8 krg sprmpt,,”
Nana: “Eh Sayang, lagipula Mama blm tandatangan di raport kan?
Angie: “Iya,, blm.”
Angie: “Ma,, tmn Angie da dtg jmp..Ama d g mrh kok.”
Nana: “Kalo butuh ttd Mama, ntar Mama mampir ke sklh aja, stlh fitness, ntar jam 8.30 kali, mau ketemu dimana?”
Angie: “Ck .. Ah Mama.. Yawda Angie takesana aj m tmnv Angie..”
Angie: “Ma, Angie d mw mpe ni. Kluar mbokan. Tp Ma2 bw bolpen y. Angie g bw bolpen soalv..”
(Note: Perhatikan cara-cara Angie menulis sms. Did you understand that? Itu masih mending, teman-teman Angie suka pakai huruf besar kecil digabung-gabung, plus bahasa yang aneh, jauh lebih aneh dibanding Angie, dan aku sering ga ngarti. LOL.)
Waktu Angie mengirim dua sms terakhir, aku sedang cycling, dan hape kutaruh di tas, so aku ga ngerti kalau dia bakal ke PC. Untungnya, pas selesai cycling, iseng nengok hape, aku membaca sms Angie, sadar bahwa Angie bakal ke PC, pas Angie miscall memberitahuku kalau dia sudah sampai di depan PC. Aku langsung keluar. Aku masih berkeringat, nafas masih agak ngos-ngosan (satu hal yang ga pernah kualami kalau sedang berenang. Satu bukti bahwa aku lebih kuat berenang dibanding naik sepeda. )
Di luar, aku melihat Angie turun dari boncengan temannya yang kemudian kuketahui bernama Melati, tinggal tak jauh dari tempat tinggal kita juga.
Bapak parkir sempat terheran-heran melihat Angie yang telah tumbuh remaja. Semenjak aku meninggalkan PC di tahun 2002 untuk kuliah di Yogya, aku memang belum pernah mengajak Angie (atau memaksa Angie LOL) untuk ikut berenang di PC. Yah, sudah lima tahun Pak, ya jelas Angie telah tumbuh menjadi gadis remaja dong, masak disuruh kecil terus? LOL.
Setelah memperkenalkan Angie dengan mbak si penjaga pintu kolam renang (karena dia sering banget nanyain kok tiap kali berenang aku ga pernah ngajakin anak ato siapa gitu LOL), I let Angie go.
****
Siang, Angie pulang dari sekolah sekitar pukul 10.30. Konsentrasi menulisku langsung buyar, karena Angie langsung nerocos ini itu tentang kejadian di sekolah. Angie juga menyampaikan kepadaku tentang keheranan Melati. “Ibumu senam emangnya buat apa Ngie?” waktu Angie merayunya untuk mengantarnya ke PC. Dan Melati menanyakan hal yang sama waktu dia melihatku keluar PC berkeringat, dan berkalung handuk kecil. (Kayak tukang becak? Huehehehehe ...)
“Ga tahu tuh,” jawab Angie.
Sampai di situ, tawaku langsung meledak.
“Yah emang orang olah raga buat apa Sayang? Ya biar sehat dong. Biar awet muda. Biar langsing juga kali.”
“Ya Angie tahu sih kenapa Mama senam.”
“Lah kok Angie bilang ke Melati ‘ga tahu tuh’?”
“Soalnya Angie justru bingung kok Melati nanya gitu? Emangnya dia ga tahu orang olah raga agar sehat? Kirain ada alasan lain deh. Nah, untuk alasan lain itu Angie ga tahu.”
LOL. LOL. LOL.
Jawaban yang cukup diplomatis bukan? LOL.
Aku jadi ingat obrolanku dengan seorang teman yang pernah komplain padaku karena tubuh istrinya menjadi melar setelah melahirkan ketika aku bilang ke dia kalau salah satu hobbyku adalah berenang.
(Read between the lines  di matanya tubuhku tidak melar karena aku berenang. LOL.)
“Mengapa perempuan menjaga diri hanya waktu belum married? Setelah married mereka merasa nyaman, sudah punya suami, sehingga tidak perlu menjaga kelangsingan tubuhnya lagi? Aku mau bilang ke istri supaya dia rajin olah raga agar tubuhnya langsing lagi, tapi aku takut dia tersinggung. Tak diemin, kok semakin ke sini tubuhnya semakin melar?”
Jikalau pertanyaan ini kuhubungkan dengan pertanyaan Melati, teman Angie, bisa jadi di benak Melati pun dia mempertanyakan hal yang sama, “Kenapa nyokapnya Angie berolah raga? Toh dia udah ‘laku’?” wakakakaka ...
Hal ini berarti Indonesia masih gagal dengan programnya, “mengolahragakan masyarakat, memasyarakatkan olah raga”.
PT56 22.15 040707

No comments: